Terjemah Khutbah | Syaikh Dr. Usamah Bin Khayyat – Meniti Jalan yang Lurus

59

Terjemah Khutbah Al-Haramain, Syaikh Dr. Usamah Bin Khayyat – Meniti Jalan yang Lurus, Dokumentasi Khutbah Jumat Masjidil Haram, Jumat, 2 Rabiul Awal 1443 H / 8 Oktober 2021

Transkrip :

Wahai Hamba-hamba Allah bertaqwalah kepada Allah dengan pengawalannya,dan takutlah….

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ – ٣٥

yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرَابًا ࣖ – ٤٠

pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”

Wahai kaum muslimin…
Sesungguhnya jalan menuju Allah sejatinya dengan mengikuti jalannya yang lurus yang Allah telah tegakkan. yang dapat menyampaikan adalah orang yang menjalani nya sampai akhir pada Allah kepada keridhaan-Nya dan kepada surga-Nya. Sebagaimana firman Allah ta’la :

وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًۭا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.(Surat Al-An’am (6) Ayat 153)

Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan jalan yang satu karena sesungguhnya ia hakikatnya adalah satu dan tidak ada yang lainnya. Dan Allah menyebutkan yang lain berbeda dengan lafazh jamak yaitu “subul” Artinya jalan-jalan yang banyak karena ia hakekatnya banyak dan berbagai macam, sebagaimana juga disebut kan didalam hadist yang diriwayatkan imam Ahmad dan addarini dalam sunan nya dengan sanad yang hasan. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkisah,

خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هذه سبل و عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,’ kemudian beliau membaca,
(Jalan menuju Allah itu satu karena hanya ialah jalan yang benar dan ialah kebenaran yang satu dan kembalinya kepada yang satu pula.)

Dari sini kita dapat memahami tentang berbagai macamnya syari’at² dan berbeda² dan semuanya kembali kepada jalan yang satu, dan Satu yang disembah dan Satu agamanya. Yaitu seperti didalam hadist. Yang diriwayatkan imam al-Bukhari dan muslim dalam kitab shohih mereka.

َةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ …….وَالْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ.

dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “…….dan para nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeda, sedangkan agama mereka satu”.
“Awladu ‘allaat” Yaitu anak-anak yang dari ibu yang berbeda-beda.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan permisalan seperti agama para nabi bagaikan seorang ayah dan permisalakan syari’at² seperti ibu² yang berbeda-beda. Maka sesungguhnya walaupun syariatnya berbeda² akan tetapi kembali nya kepada ayah yang satu.

Jika hal ini sudah jelas, maka ada orang yang ilmu mengajarnya menjadi amalan unggulannya dan jalan nya menuju Allah, Ia telah menyediakan waktunya untuk meniatkan mendapatkan keridhoan Allah. Maka Ia senantiasa selalu berada didalam jalan ilmu dan mengajar. Dan ia beramal dengan ilmunya sehingga dengan jalan tersebut ia sampai kepada Allah. Atau meninggal di jalan menuntut ilmu. Maka diharapakan baginya untuk sampai jalan menuju wafatnya. Sebagaimana firman Allah :

۞ …..وَمَن يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ ٱلْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا

Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Surat An-Nisa (4) Ayat 100)

Diantara Manusia ada yang berdzikir dan tilawah alquran sebagai amalan unggulannya dan dominan dalam waktunya. Sungguh Ia telah jadikan hal tersebut sebagai bekal untuk hari kembali nya dan menjadi modal dihari akhiratnya. Ia melemah atau ia merasa kurang dan ia merasa rugi dan merasa kehilangannya. Dan diantara manusia ada yang amalan unggulannya adalah sholat, ketika ia kurang amalan rutinnya atau lewat waktu tanpa ada kesibukan utk mengerjakan nya maka gelap lah hatinya dan sempit lah dadanya. Dan diantara manusia ada yang jalannya berbuat baik dan memberikan manfaat untuk orang lain, seperti menunaikan keperluan orang lain, meringankan kesulitan, menolong orang yang membutuhkan dan berbagai jenis sedekah. Ia dibukakan jalan untuk hal tersebut ia berjalan sebagai jalan menuju Allah. Diantara manusia ada jalannya adalah berpuasa, ketika ia tidak berpuasa maka hatinya memburuk. Dan Diantara yang lainnya ada yang jalan masuk nya adalah haji dan umroh, dan diantara mereka ada menggabungkan seluruh jalan tersebut yang meniti jalan menuju Allah dengan semua lembah ia berusaha dengan semua jalan yang ia tempuh, dan sungguh berbagai macam amalan sebagai kiblat hatinya dan selalu ada di hadapan matanya. Dan ia selalu mengejarnya dimana pun ia berada. Ia berjalan dimana saja ibadah itu ada dan ia bersaham dengan semua amalan tersebut, jika ilmu dia ada bersama ahli ilmu dan shalat bersama orang-orang yang khusyuk dan berdzikir bersama orang-orang yang berdzikir, dan dalam berbuat baik ia bersama orang-orang golongan baik dan cinta dan selalu diawasi dan bertaubat kepada Allah ia ada bersama orang-orang yang mencintai kembali kepada Allah. Ia beribadah dimana saja ia ditegakkan dan berarah kemana saja jalan ibadah tersebut mengarah.

Inilah wahai para Hamba-hamba Allah. Ialah Hamba yang menuju kepada Rabbnya. Yang menembus kepada jalan dengan sebenar²nya dan menembus mencapai kedalam hatinya, hatinya terikat dengan Allah seperti orang-orang yang mencintai dengan orang yang menyanginya. Sampai² Tidak ada didalam hatinya kecuali kecintaannya kepada perintah-Nya dan akibatnya adalah Allah akan mendekatkan nya kepada diri-Nya dan Allah bimbing hatinya…2x menuju-Nya dan Allah perhatikan segala urusannya dalam agama dan penghitungan nya. Dan barangSiapa yang merasakan hal itu ia mengetahui jalannya dan meninggalkan dalam ketidak berdayaan dan gelisahan. dan kematian nya menjadi penyeselan, hal tersebut karena Ia mengetahui jalan menuju Allah kemudian ia tinggalkan dan ia terjungkal dan wajahnya tersungkur dia pun mendapatkan sebagian nasibnya dan terperdaya dengan kesantaiannya hati nya terbelenggu dalam bergerak. keindahan didalam beribadah dan barang siapa yang berpaling dari Allah dengan sepenuhnya -wahai hamba-hamba Allah- Allah akan berpaling darinya secara keseluruhan dan barangsiapa yang Allah telah palingkan darinya,maka dia akan tertimpa kesengsaraan dalam penderitaan amal dan keadaan nya. Orang-orang yang benar yang mengetahui jalan kepada Allah dan atau ia menemui kilat kecintaan Allah kemudian Ia tarik dari nya ia tidak sampai ke jalan Allah dari hal itu. Allah Maha benar dalam berfirman :

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى – ١٢٤

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْٓ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا – ١٢٥

Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?”

قَالَ كَذٰلِكَ اَتَتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَاۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى – ١٢٦

Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.”

Khutbah kedua

Wahai Hamba-hamba Allah..
Sesungguhnya Allah mencintai apabila hambanya bersinar kehidupan hamba tersebut maka kegelapan akan hilang darinya akan tampak bekas² kedekatan kepada Allah cahaya kewibawaan dan keindahan jika penduduk langit memperhatikan nya kecintaan dan kemulian. Jika Allah mencintai hamba-Nya maka penduduk langit akan mencintainya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًاً فَأَحْبَبَهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحَبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ.

“Kalau Alloh mencintai seorang hamba, Jibril menyeru ‘Sesungguhnya Alloh mencintai si fulan, maka cintailah dia. Maka Jibril mencintainya.
Kemudian Jibril menyeru penduduk langit, ‘Sesungguhnya Alloh mencintai si fulan, maka cintailah dia. Maka penduduk langit mencintainya. Kemudian ditaruh baginya penerimaan di bumi”

Allah menjadikan hati wali² nya kecintaan dan kasih sayang.sebagaimana dengan orang dan Allah memberikan kemulian penduduk langit dan perlu memperhatikan itulah karunia dari Allah. Itu merupakan keutamaan dari Allah yang Allah berikan kepada siapa saja. Dan Allah Maha memiliki keutamaan yang besar.

Bertaqwalah Wahai Hamba-hamba Allah dan karjakan amalan sholeh dengan semampu kalian dan sehingga hati kalian dipenuhi keikhlasan kepada Allah dan mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here