Terjemah Khutbah | Syaikh Dr. Saud Bin Syuraim – STOP BULLYING!

102

Terjemah Khutbah | Syaikh Dr. Saud Bin Syuraim – STOP BULLYING! Dokumentasi Khutbah Jumat Masjidil Haram, 9 Rabiul Awal 1443 H / 15 Oktober 2021

Transkrip :

Khutbah pertama

Kaum muslimin… Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan berpegang teguh lah dengan tali islam yang kokoh dan memohon lah keteguhan kepada Nya dan semoga kalian beruntung yang dapat melihat Allah yang maha pengasih

Wahai hamba Allah
Diantara bentuk kemudahan yang Allah anugrah kan kepada manusia adalah bahwasanya mereka mampu mencapai pencapaian yang tinggi didalam kemajuan materi dan mampu mendekatkan yang jauh dan meringkas durasi waktu dan mempermudah suatu yang susah dengan cara yang belum pernah disaksikan sebelum nya oleh sejarah. hanya saja keseriusan didalam urusan tersebut hendaknya tidak menghilangkan sepenuhnya dan mempertajam kesadaran dengan manyamakan pilar² modern yang bersifat materi. Dengan hasilnya yang bagus dalam waktu yang sama. sehingga terhimpun darinya pelayanan terhadap fisik manusia. Dan dengan kebaikan jiwanya.

Sesungguhnya kemajuan jiwa lebih baik dan kemajuan fisik sebagaimana firman Allah :

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi .(Surat Al-Qashash (28) Ayat 77)

Sungguh keseimbangan tersebut jika terlahir dari hal tersebut jiwa² yang kasar yang mendominasi sifat baiknya. Kerasnya mengalahkan lembutnya. Dan ia diserang dengan penyakit keras, kejam, kasar dan menjajah orang lain. Dengan alasan melampiaskan hasrat fisik diatas naluri jiwa. Sikap dan tindakan ini disebut oleh para pemerhati jiwa dengan intimidasi atau bully.

Penyakit ini mengisi jiwa² yang hampa yang tidak dibina oleh pemiliknya untuk menghargai hak² dirinya apalagi hak² orang lain. kehormatan jiwa dan harta dan harga diri orang lain serta tidak peduli dengan bahaya kebodohan dan kebrutalan dan gangguan mereka terhadap orang lain mereka tidak peduli dengan sabda Rasulullah ﷺ :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ.

bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap muslim atas muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.”

Wahai hamba Allah…
Sesungguhnya membully itu terjadi karena terlepasnya interaksi sosial dan proses pendidikan jiwa. Karena jiwa yang hampa akan merasa puas jika tidakdipuaskan dan jika tidak dikekang dengan kelembutan Toleransi dan kasih sayang dan tidaklah tindakan mem-bully disebut demikian melainkan karena keburukan dan gangguan yang ditimbulkan nya dan keluarnya orang yang melakukan tindakan tersebut dari karakter manusia kepada perangai predator yang memangsa dan menjarah siapa saja yang ada disekitarnya tanpa henti menjarah dan memangsa.

Bila seorang membiasakan selalu melakukan tindakan kasar maka ia akan terbawa dengan melakukan tindakan kebuasan. Maka Tidak aneh kalau seandainya keburukan semakin menyala karena pengaruh buruknya sikap dan kasar seperti binatang buas.

Wahai hamba Allah…
Membully adalah tindakan mengganggu yang dilakukan secara berulang yang dilakukan oleh baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil atau orang dewasa, individu atau kelompok terhadap orang lain. Karena sandaran kekuatan dan kejantanan dan dukungan kawan, serta dengan memanfaatkan kelemahan kesendirian korban bully tersebut. Dan tindakan yang mengganggu nya tersebut seakan-akan ia akan memuntahkan sifat tercela yang telah ia telan, baik ia sadari atau tidak, setelah ia kekenyangannya. Kendati pun budaya membuly ini tidak mengenal usia, namun ia sangat subur dikalangan anak², remaja dan anak muda.Adapun sarana membully sangatlah beragam baik dirumah, pasar, sekolah dan tempat-tempat publik maupun tempat privasi.

Membully itu ada 2 jenis,
1). Membully secara dzohiriyyah.
Jenis ini memiliki bermacam-macam baik dengan menggunakan tindakan yang verbal seperti mencela dan mengolok, memaki dan menghina. Atau dengan semuanya sekaligus. Selain itu juga dapat berupa psikologis, seperti pelecehan, pemerasan dan yang sebagai nya. Dan dapat juga berupa perbuatan seperti memukul dan menyakiti fisik, merampas, menjarah dan merusak pihak yang lainnya. Dan jenis lainnya adalah
2). Membully dengan maknawi seperti penghinaan fanatisme dan rasis dan menolak kebenaran serta merendahkan orang lain.

Wahai hamba Allah…
Membully merupakan penyakit yang tercela, ia begitu cepat tersebar ditengah masyarakat apabila para pendidik dan pakar lalai dari masalah yang membinasakan ini. Sebagian pakar memandang masalah ini merupakan sebuah fenomena yang tersebar luas berbagai masyarakat, apapun profesi mereka dan apapun latar belakang mereka. Pembicaraan dengan masalah ini begitu marak diberbagai media, radio, televisi maupun media sosial. Berapa banyak kejadian yang terulang dengan membully ini terkadang kita bisa melihat dikanan dan dikiri kita. Seperti pelecehan, pemerasan dan gangguan dan kekerasan dan kedzoliman terhadap orang lain di jalan² atau tempat² umum. Dan bahkan terjadi dirumah² baik itu antara suami istri dan terkadang juga antara orang tua dan anak nya. Begitu banyak kasus yang ditangani polisi, dan betapa banyak kejadian yang berakhir dirumah sakit dan pengadilan akibat dari membully tersebut.
Dan betapa bahan ini menjadi bahan cerita peristiwa yang diceritakan oleh media² dan Dibicarakan khalayak ramai di media sosial.

Wahai hamba Allah…
Sesungguhnya membully yang kita saksikan ini adalah senjata kekerasan dan anarkisme menjadi ajang penghancuran bangunan kebersamaan, kasih sayang dan kebaikan, dan kesatuan ditengah masyarakat dan keluarga. Masalah ini justru lebih mengkhawatirkan apabila terjadi di para siswa dan lingkungan sekolah. Sebab ia sesuatu kontradiktif sekali antara sesama. Dan outputnya yang utama pemahaman, tanggung jawab, budi pekerti dan bersamaan peserta didik dengan pendidikan yang berkaitan dengan kebaikan umum. Dan akhlak yang baik antara siswa.

Sungguh, disisi lain ada hal yang tidak kurang mengkhawatirkan nya dari pada itu semua yaitu, membully secara elektronik atau online melalui media sosial. Sebab dampaknya lebih besar dan lebih luas dibandingkan yang lainnya. Karena krateristik nya yang mudah tersebar kerumah²,dalam nya efek gangguannua dan besarnya dampaknya. Baik secara umum dan disuatu masyarakat yang semesti nya menjaga kerukunan dan kasih sayang serta memperhatikan maslahat umum dan rasa tanggung jawab dipikul kan kepada diri sendiri dan orang lain. Jika memperhatikan sekilas tentang membully ini kita dapati bahwasanya ia kondisi yang brutal yang mana muncul dari krisis kejiwaan yang diabaikan oleh pihak membully dan karena kesalahan didalam pendidikan keluarga. Karena keluarga tersebut biasa melakukan tindak kekerasan atau sebab lain. Atau membebani seorang didalam keluarga nya yang sangat mengganggu nya karena dapat membebaskan dirinya dengan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan tidak membahayakan nya. sebab air didalam gelas akan meluap jike kepenuhan isinya. Selain itu bisa juga karena sebab kesalahan pendidikan atau pengabaian atau tabiat balas dendam yang lainnya. Sehingga si pelaku bully tersebut menjadikan orang lain sebagai pelampiasan.dan bisa Jadi dendam dan pelampiasan. Serta kabur dari realita yang dia hadapi atau boleh jadi pula kerena mengurangi tindakan tersebut karena ingin menunjukkan kejantanan dan kekuatan dan kemenangan. Khusus nya kalau ada orang yang memotivasi nya dan Jika menemukan untuk membuat bully ini itu atau menyiapkan jalan nya atau meringankan hukuman dan akibatnya.

Sesungguhnya orang yang melakukan pembullyan, orang yang bangga dengan kelakuan nya dan orang yang meremehkan masalah ini pada dasarnya mereka kompak didalam menyebarkan keburukan nya. Tidaklah demikian tersebut hakikatnya dengan hal tersebut melainkan penyimpangan dari jalur perbaikan itu adalah pengabaian yang tidak dapat diterima dari sisi mana pun. Akibat dari membully tersebut hanya lah dapat menjadikan pelakunya menjadi lebih kacau. Merusak masyarakat nya dan terbiasa dengan sikap brutal dan kegalauan yang tidak putus darinya.
Nabi ﷺ bersabda :

« لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ »

“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah”

Wahai hamba Allah…
Membully orang lain adalah kerusakan dan sebenarnya dia lemah dan kurang jantan sebab siapa yang terseru dengan amarahnya maka sejatinya ia mengikuti hawa nafsunya belaka dan bukan mengalahkannya. Dia lebih mengedapakan hawa nafsu binatang buas yang hina pada akhlaq islam yang tinggi merusak jalan nya daripada memperbaiki nya dan mendahulukan hawa nafsunya dari pada kebaikan masyarakatnya. Siapa yang benar-benar mencintai diri nya sendiri maka sadar ia tidak boeleh menyakiti diri orang lain. Sebab tidak ada orang yang menyakiti orang lain kecuali dia membenci dirinya sendiri sadar atau tidaknya.

Faktor utamanya adalah pada diri sendiri dan bukan pada orang lain. jika tidak ada yang menyandarkan dari kebiasan nya untuk tidak membully maka ia mengulang kepada orang lain. Kapan pencegahan diterapkan maka obat² an tidak dibutuhkan. jika terlambat obat² tersebut diberikan. Maka ia tidak akan jatuh pada tempatnya. Dan jika sebuah tembok telah runtuh tidak berdebu maka jika ia telah rata maka ia akan tidak berdebu. Ini menegaskan kepada orang yang pakar/ahlinya dari petugas keamanan dan ahli syariah dan pendidik dan pakar psikologi agar benar² serius didalam menangani penyakit kronis ini.

Penanganan ini tidak akan sempurna kecuali dengan mendeskripsikan masalah dan mencari apa penyebabnya dan menjelaskan rintangan nya dan menyiapkan solusi yang sesuai untuk menangani nya dan memberikan hukuman kepada pelakunya. Serta membangun kebersamaan dari berbagai pihak dan melakukan berbagai aksi sehingga semua celah dapat tertutup dan setiap spesialisasi dengan kepakaran yang telah Allah berikan hendaknya ia dapat melakukan supaya mengekang penyakit ini. Karna tidak pantas yang dilakukan oleh sebagian orang yang berkempetingan budaya membully ini untuk saling mendeskreditkan dan saling menyalahkan yang lain dan masing-masing memiliki peran dan para pendidik tidak selayaknya menyalahkan keluarga dan sebaliknya keluarga pun tidak pantas menyalahkan para guru. Demikian juga mereka semua tidak boleh menyalahkan orang lain. Hendaknya orang yang terbiasa melakukan membully ini, jika dia seorang yang sudah mukallaf maka hendaknya ia bertaqwa kepada Allah dan menghadirkan haramnya mengganggu dan menyakiti orang lain. Bahkan ialah pertama kali celaka dengan tindakan itu baik didunia dan diakhirat hendaknya juga ia berdamai dengan dirinya dan dengan orang lain dengan penuh percaya bahwa dia mampu menetralkan kegalauan nya dan mengekang energi negatif nya dengan pertolongan Allah serta menggantikan nya keridhaan dan kesabaran dan kecerahan diri.

Sesungguhnya membully itu tidak ada didalam suatu urusan kecuali ia akan memperburuk nya dan tidak lah ia tercabut suatu urusan kecuali ia akan menjadikan nya baik. Cukuplah ia dikatakan buruk dengan membully tersebut karena dengan nya ia menyakiti saudara nya dan menghinanya dan melaknat dan mengganggu dan menyakiti nya. Allah berfirman :

وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا۟ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ كَانَ لِلْإِنسَـٰنِ عَدُوًّۭا مُّبِينًۭا.

Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.(Surat Al-Isra (17) Ayat 53)

Allah berfirman :

وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَـٰنًۭا وَإِثْمًۭا مُّبِينًۭا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.(Surat Al-Ahzab (33) Ayat 58)

Khutbah kedua…

Wahai hamba Allah….
Bertaqwalah kepada Allah, ketahuilah bahwa lemahnya semangat beragama dan mengabaikan pendidikan akhlaq yang baik adalah dua sebab utama terjadi nya sikap bully. Selain itu lingkungan dan pertemanan serta pengaruhnya terhadap pribadi dan masyarakat. Sebab seseorang cendrung mengikuti kebiasan temannya. Tidak akan terjerumus kedalam perkara bully, orang yang pertemanan nya dengan orang-orang yang baik dan santun. Tidak akan baik orang-orang yang pertemanan nya dengan orang yang brutal dan kasar. Hendaknya mengobati penyakit membully ini dimulai dengan menumbuhkan rasa percaya diri jiwa anak. Dan mengontrol sikapnya diwaktu ia masih kecil. Agar ia selamat dan terhindar dari perangkap yang membinasakan ini. Sehingga kehidupan nya bebas dari kebiasan membully.

Wahai hamba Allah…
Hendaknya para ahli di bidang ini tidak mengabaikan prinsip dan memberikan hukuman sebagai konsekuensi dari prinsip timbal balik apresiasi. Sebab ia adalah poin utama didalam membendung fenomena membully yang mengancam stabilitas masyarakat ini. Hendaknya ia memperhatikan apa yang menjadi arahan pemerintah kaum muslimin terkait menjaga hak-hak mereka. Dan hukuman apabila menyakiti mereka dan melecehkan mereka.

Dan sungguh ada jiwa² yang buruk yang tidak mempengaruh kepada nya nasehat dan peringatan dan akan jera dengan kekuatan penguasa.sebagaimana yang dikatakan ustman bin Affan sesungguhnya Allah menjegah dengan kekuasaan sesuatu yang tidak dapat dicegah dengan Alquran.

Wahai hamba Allah…
Hal lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah penyadaran dan bimbingan dan arahan kepada Akhlak yang mulia. Yang membangkitkan kebersamaan cinta dan persaudaraan melalui berbagai macam sarana dan serta penjelasan budaya membully adalah kebrutalan yang menghancurkan. Jika seseorang telah terbiasa melakukan nya maka susah untuk dikendalikan. Hendaknya dijelaskan pula kemenangan yang diraih dengan membully sesungguhnya hanya lah kekalahan yang paling fatal. Sebab ia merupakan kemenangan yang sementara bagi orang yang berakal. Jika pengajaran lemah maka kebodohan akan merata, karena kebodohan maka datanglah ketakutan. Dari ketakutan maka munculah fanatisme. Lalu dari fanatisme ini munculah membully. Berikan tuntunan baik adalah cahaya yang membebaskan kebodohan yang kelam. Sesungguhnya jika kita baik dalam berinteraksi dengan fenomena bully yang terjadi dikalangan anak² dan remaja maka kita akan aman satu sisi. Penting bagi masa depan umat ini anak² hari ini adalah remaja masa depan. Pemuda hari ini adalah orang tua masa depan. Tidaklah satu masyarakat memiliki tatanan yang kokoh, kecuali dengan anak-anak nya, pemuda dan orangtuanya. Kesatuan mereka sulit dibina kecuali jika sebagian mereka merasa aman. Dari lisan dan tangan dan yang lainnya. Sungguh benar sabda Nabi ﷺ :

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here