Terjemah Khutbah | Syaikh Dr. Bander Balilah – Keutamaan Mentauhidkan Allah

376

Khutbah pertama

Aku wasiat kan tuk kalian -Wahai manusia- dan untuk diri sendiri agar bertaqwa kepada Allah karena tidak ada yang dapat melebihi daripada ketaqwaan, dan tidak ada suatu kehormatan dan suatu kemuliaan yang lebih daripada beragama islam, dan tidak ada pemberi syafa’at diatas taubat dan tidak ada pakaian yang indah dari pada kesalamatan. maka berbahagialah bagi orang² yang mengetahui. Lalu ia menahan diri untuk ibadah. Dan ia beribadah dengan sungguh-sungguh. Takut kepada hari perhitungan untuk dihisab. Lalu ia melakukan persiapan. Kebaikan apa saja yang engkau lakukan diri mu sendiri kecuali akan memperoleh balasan disisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya.

وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍۢ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرًۭا وَأَعْظَمَ أَجْرًۭا ۚ
. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.

Wahai orang-orang beriman…
Kemulian Ilmu itu tergantung didalam kemulian ilmu yang dipelajari, Dan Ilmu yang paling mulia dan yang paling agung adalah ilmu tentang Allah Ta’ala. Allah adalah Rabb yang berhak disembah, dan Rabb yang puja dan dipuji. Yang Maha Agung dan yang maha suci,yang maha hidup dan yang maha berdiri sendiri dan yang maha mengatur kebutuhan makhluk-Nya. Maha pemilik kemulian dan keagungan. Dan diwajibkan kepada seluruh makhluk untuk mentauhidkan Allah dan beribadah kepadaNya. Allah yang Dia lah pertama yang tidak permulaannya dan yang terakhir dan tidak akan ada akhirnya. Maha suci Allah dari perumpamaan dan permisalan dan kesamaan. Ilusi tidak akan pernah mencapainya, pemahaman tidak akan mengetahui nya dan Allah tidak akan pernah sama dengan manusia. Allah berfirman :
وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍۢ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ
dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.

Allah berfirman :
ولا يحيطون به العلم
sedangkan ilmu mereka tidak dapat yang melebihi Ilmunya.

Rasulullah shallallahu Alaihi wa sallam bersabda Maha suci Engkau aku tidak mampu menghitung pujian diatas-Mu kecuali pujian mu diatas diri-Mu sendiri.

Allah dialah yang pantas memiliki sifat kesempurnaan dan sifat kemulian dan semua makhluk menuhankan-Nya dan pengagungan-Nya dengan penuh kekhusyukan. Aku akan tunduk kepada Allah, firman Allah Ta’ala :
وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًۭا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌۭ فِى ٱلْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ وَلِىٌّۭ مِّنَ ٱلذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًۢا
Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. (Surat Al-Isra (17) Ayat 111)

Semua makhluk senantiasa bertasbih dengan keagungan nya dan seluruh makhluk semua bersujud dihadapan Allah Ta’ala karena keagungan -Nya dan kebesaran-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Surat Al-Hadid (57) Ayat 1)

Apa yang ada dilangit dan dibumi semua nya bertasbih kepada Allah dan kepada-Nya lah kita sholat dan sujud, dan kepada-Nya lah kita berjalan dan berlari atau bersegera beribadah kepada Allah. Hanya kepada Engkau Kami Tauhid kan dan hanya kepada engkau kami beribadah. Allah berfirman :
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.(Surat Al-An’am (6) Ayat 162)
لَا شَرِيكَ لَهُۥ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُسْلِمِينَ
Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.(Surat Al-An’am (6) Ayat 163)

Hati tergantung kepada Allah, dan jiwa yang tentram bersama-Nya. Dan merasa tenang dengan mengenal-Nya dan semua makhluk membutuhkan-Nya, bagaimana tidak…?!

karena Dia-lah yang menciptakan dan mengadakan nya, dan menghidupkannya kembali dan meng tiada kan nya, dan jiwa bergantungkan harapan kepada Allah, berlindung dan takut Kepada-Nya ketika terjadi musibah dan bencana.

tidak akan merasakan ketenangan hidup orang yang tidak memiliki kekasih yang membuat hati tenang dan tentram. Allah Subhanahu wa Ta’ala memelihara apa telah diciptakan-Nya dan melindungi nya apa yang telah dibuatnya dan melindungi para kekasihnya dari terjerumus dari melakukan dosa² dan kebinasaan. Allah Maha lembut, ilmu nya melimputi segala yang tampak dan tersembunyi. Allah Maha Mengetahui yang mati, Allah Maha hanya Dia-lah tempat bersembunyi. Hanya Dia-lah tempat berlindung, hanya Kepada-Nya tumpuan harapan, dan hanya Kepada-Nya tempat memohon pertolongan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
رَّبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱتَّخِذْهُ وَكِيلًۭا
(Dialah) Tuhan timur dan barat , tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.(Surat Al-Muzzammil (73) Ayat 9)

Allah Maha Kuasa, Maha sempurna dan tidak memiliki kekurangan, melebihkan pahala dan melibatkan nya, bagi hamba yang tertimpa musibah oleh karena nya, diantara Do’a nabi ﷺ diantara dua sujud,
أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ كانَ يقولُ بينَ السَّجدَتَينِ : اللَّهمَّ اغفِر لي وارحَمني واجبُرني واهدِني وارزُقني
“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika duduk di antara dua sujud beliau membaca: Allohummaghfirli warahmnii, wajburnii, wahdini, warzuqnii (artinya: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah rezeki).”

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatur semua urusan, menciptakan dan memberikan karunia, memerintahkan dan melarang,menghidupkan dan mematikan, menetapkan dan melaksanakan, dan menganti malam dan siang, Allah berfirman :
يَسْـَٔلُهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍۢ
Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.(Surat Ar-Rahman (55) Ayat 29)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menghitung segalanya dengan satu persatu, Rahmat dan Hikmahnya dan tentu meliputi segala sesuatunya.

Wahai manusia….

Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memenuhi semua permohonan hamba -Nya yang meminta dan mencukupi kebutuhan hamba-Nya yang fakir dan menurunkan nikmat yang pantas menerima nya dan memberikan kebaikan tanpa diminta berikan balasan, doa yang tidak terhalang dari Allah dan tanpa dikecewakan dihadapannya dan usaha dan ibadah yang tidak sia² dari sisi-Nya.Allah-lah yang maha dekat ketinggiannya dan maha tinggi dengan kedekatannya dan jika engkau menyeru kepada Allah niscaya engkau akan meminta pertolongan Allah niscaya Allah mengetahui apa yang diinginkannya. Mintalah kepada Allah semuanya kebutuhan mu, dan kondisimu dan adukan kegundahanmu, dan memohonlah agar kesusahan mu diringankan dan mintalah pertolongan didalam semua urusanmu. Dan mintalah perbendaharaan rahmat karena tidak ada yang mampu memberikannya selain-Nya. Berupa tambahan usia dan kesehatan dan keluasan rezki dan membuka pintu² yang tertutup.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan pebendarahaan rahmat ada ditanganmu dengan mengizinkannya kepadamu untuk Bermunajat kapan saja yang engkau inginkan. cukup memohon dibukakan pintu² karunianya dan minta kebaikan naungan kasih sayangnya, niscaya Allah tidak akan membuatmu putus asa, dan akan segera menjawab semua do’a² mu.

Sesungguhnya pemberian itu tergantung kepada niat,barangkali bisa jadi ia menjadi lambat agar pahala hamba menjadi lebih besar dan dari segi hamba yang berharap akan semakin banyak.

Dia-lah penolong bagi hamba yang jalannya telah tertutup, dan Dia-lah petunjuk bagi hamba yang mengalami kesulitan. Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan pintu taubat kepada kalian. Dan menunjukkan kepada kalian kepada pintu taubat. Allah tidak menjadikan penghalangan nya dengan kalian dan tidak pula menuntun kepada seorang, Allah tidak melarang kalian untuk bertaubat, jika kalian berbuat keburukan. Tidak melakukan kepada kalian dengan murkanya. Dan tidak merendahkan/mengejek kalian apabila kalian bertaubat, dan tidak mengumbar kejelekan kalian.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menuliskan tanpa meninggalkan dosa dan menghitung kalian dengan satu dosa, sementara menghitung kebaikan kalian dengan penuh kebaikan. Maha suci Engkau ya Allah2x…, Maha suci Engkau wahai yang maha menguasai. Betapa kuasanya Engkau. Maha suci Engkau wahai yang maha tinggi. Dan betapa tingginya kedudukan-Mu. Pemilik kemulian dan keagungan, pemilik kebesaran dan segala pujian. Ya Allah, hanya kepadamu kembali dan dengan izin-Mu kemulian dan dihadapkan kepada dikumpulkan harapan dan kami merasa takut. Kepada-Mu kami bergantung dan ampunan dan keridhoan. Hanya Kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Khutbah kedua….

Bertaqwalah kepada Allah wahai hamba² Allah…
Ketahuilah, bahwasanya mengenal Allah itu adalah cahaya bagi hamba yang berjalan dan petunjuk bagi hamba yang kebingungan. Syaikhul islam Ibnu Taimiyah rahimahullah Ta’ala berkata : kesenangan dan kegembiraan dan keindahan waktu dan kenikmatan yang tidak ada tandingan nya adalah mengenal Allah Ta’ala, mentauhidkan-Nya dan beribadah Kepada-Nya.

Sesungguhnya Jika seorang hamba mengetahui apa yang ada pada Allah Ta’ala yaitu berupa sifat kesempurnaan dan keagungan dan tanda² kebesaran dan keindahan dan bukti dari karunia dan kebaikan. niscaya ia akan mencintai-Nya dengan kecintaan melebihi kecintaannya kepada keluarga dan anak-anak nya. Dan itulah kedudukan yang Agung, dan derajat yang tinggi.

Allah Ta’ala berfirman :
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّۭا لِّلَّهِ ۗ
adapun orang yang beriman sangat besar kecintaannya kepada Allah.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.
“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.”

Diantara tuntunan seorang hamba terhadap rabb-Nya adalah kontinu didalam beribadah kepadaNya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan mengikhlaskan selalu dan mengerjakan semua perintah-Nya dan meninggalkan apa² yang dilarang-Nya. Diantaranya adalah selalu berdzikir kepada Allah azza wa jalla. Karena diantara kecintaan seorang kepada sesuatu adalah dengan memperbanyak menyebutnya.dalam hadist qudsi Allah berfirman : Aku bersamanya ketika ia berdzikir kepada Ku.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here