Terjemah Khutbah | Syaikh Dr. Abdullah Al-Buayjan – Ikuti Sunnah Jauhi Bid’ah!!

81

Terjemah Khutbah | Syaikh Dr. Abdullah Al-Buayjan – Ikuti Sunnah Jauhi Bid’ah, Dokumentasi Khutbah Jumat Masjid Nabawi, 16 Rabiul Awal 1443 H / 22 Oktober 2021

Transkrip :

Wahai hamba Allah…
Aku wasiat kan kepada Diriku sendiri dan kepada kalian sekalian untuk bertaqwa kepada Allah, karena ketaqwaan merupakan wasiat dari Allah baik untuk generasi terdahulu hingga generasi kemudian.

ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ

dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. (Surat An-Nisa (4) Ayat 131)

Wahai hamba Allah…
Allah mengangkat derajat dan kedudukan manusia dengan akal pikiran, dan ia menjadikan akal sebagai syarat penerapan syariat atas setiap hamba. Dengan akal pikiran manusia dapat memahami ketentuan hukum Allah yang berlaku dan dengan nya pula mereka dapat mencermati halal dan haram. Allah telah menyiapkan surga bagi siapa pun yang taat kepada-NYA, dan sebagaimana Allah telah menyiapkan neraka bagi siapa pun yang mendurhakai-Nya. Allah mengutus para nabi dan rasul untuk umat manusia agar menjadi hujjah atas sikap tidak kapatuhan terhadap aturan Allah. Dia diutus kepada mereka untuk memberikan kabar gembira sekaligus memberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah diutusnya para Rasul² itu. Allah telah membekali nabi dan rasul berupa bukti dan argumen yang kongkrit agar mereka tidak terbantahkan dan Dia menurunkan kitab suci dan timbangan agar manusia bisa menimbang dan berlaku Adil. Allah berfirman :

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلْقِسْطِ ۖ

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.(Surat Al-Hadid (57) Ayat 25)

Allah menutup syariat dahulu dan syariat yang sekarang dengan syariat islam sebagaimana Allah menutup para nabi dengan Nabi Muhammad ﷺ, semoga sebaik-baiknya shalawat dan salam dicurahkan kepada beliau. Allah mengutus nabi Muhammad sebagai panutan dan teladan dan rahmat bagi semesta alam dan Dia menjadi kan nya penutup sekaligus pemimpin para nabi dan menempatkan sebagai saksi dan membawa berita gembira dan membawa peringatan serta sebagai penyeru kebenaran atas izin Allah dan sebagai lentera yang menerangi manusia. Allah berfirman :

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌۭ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.(Surat At-Taubah (9) Ayat 128)

Wahai manusia…

Allah sandingkan perintah mentaati-nya dan perintah nabi-Nya. Dan Allah telah jadikan sikap mengikuti petunjuk nabi-Nya sebagai tolak ukur ketulusan cinta kepada-Nya. Allah berfirman :

۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوٓا۟ أَعْمَـٰلَكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.(Surat Muhammad (47) Ayat 33)

Allah berfirman :

مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًۭا

Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.(Surat An-Nisa (4) Ayat 80)

Allah berfirman :

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi (Surat Ali-Imran (3) Ayat 31)

Dan yang menjadi bukti ketulusan cinta kepada Allah adalah meneladani Rasulullah ﷺ dan mengikuti sunnahnya serta berpegang teguh dengan syariatnya.

Wahai Hamba Allah…
Rasulullah merupakan panutan dan suri tauladan. Allah berfirman :

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْـَٔاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(Surat Al-Ahzab (33) Ayat 21)

Allah berfirman :

وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Siapa pun yang mengikuti nabi Muhammad dan menjadikan nya panutan maka dia akan berada dijalan yang lurus dan metode yang benar. Allah berfirman :

ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

صِرَاطِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ اَلَآ اِلَى اللّٰهِ تَصِيْرُ الْاُمُوْرُ ࣖ – ٥٣

(Yaitu) jalan Allah yang milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, segala urusan kembali kepada Allah.(Surat Asy-Syura (42) Ayat 52-53)

Allah berfirman :
يٰسۤ ۚ – ١
Ya Sin
وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ – ٢
Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah,
اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ – ٣
sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul,
عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ – ٤
(yang berada) di atas jalan yang lurus,

Wahai Hamba-hamba Allah…
Sungguh mengikuti sunnah Nabi ﷺ menunjukkan ketundukan dan penerimaan terhadap nya merupakan konsekuensi memeluk Islam.rukun dan Rukun-rukun keimanan dan syarat utama agar ibadah diterima. Allah berfirman :
ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًۭا صَـٰلِحًۭا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.(Surat Al-Kahfi (18) Ayat 110)

Allah berfirman :

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًۭا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًۭا

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.(Surat An-Nisa (4) Ayat 65)

Allah berfirman :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍۢ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًۭا مُّبِينًۭا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.(Surat Al-Ahzab (33) Ayat 36)

Allah berfirman :

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ

Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah.(Surat An-Nisa (4) Ayat 64)

Allah akan menimpakan kehinaan dan kerendahan kepada siapa pun yang menyelisihi perintah Allah dan perintah Nabi nya. Ibnu Umar Radhiallahu anhuma menyebutkan Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam mengingatkan kehinaan dan kerendahan akan ditimpakan kepada orang yang menyelisihi perintahku.

Wahai manusia…
Petunjuk dan keselamatan terdapat pada ketundukan kepada Nabi Muhammad dan keteguhan hati memegang sunnahnya.Allah berfirman :

قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّا حُمِّلْتُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا۟ ۚ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ

Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”.(Surat An-Nur (24) Ayat 54)

Allah menangguhkan hukuman kaum musyrikin karena keberadaan Rasulullah ﷺ di tengah mereka,padahal mereka itu musuh² nya, Allah berfirman :

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (Surat Al-Anfal (8) Ayat 33)

Demikian pula Allah membatalkan hukuman dan cobaan terhadap umat Nabi Muhammad dan orang-orang yang tulus mencintai nya karena ketundukan mereka terhadap petunjuk sunnah nya. Ya Allah jadikanlah kami termasuk kedalam golongan mereka.

Secara tegas Allah memperingatkan kita dari yang menyimpang dari ajaran Nabi ﷺ. sebab yang demikian itu menjadi pemicu datang nya petaka dan hukuman dari Allah. Allah berfirman :

ۚ فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.(Surat An-Nur (24) Ayat 63)

Wahai hamba Allah…
Allah menciptakan seluruh hamba nya dalam keadaan yang lurus lalu setan mendatangi dan melenceng kan mereka dari agama, mereka halal kan apa yang Allah haramkan dan mengoda mereka agar terjatuh didalam kemusyrikan yang tidak berdasarkan kebenaran. Kemudian Allah melihat kearah penduduk bumi yang tengah tergelincir tersebut dan murka terhadap semua. Bangsa Arab maupun non-arab kecuali sedikit dari kalangan ahli kitab yang lurus. Allah mengutus sebaik-baik utusan dengan membawa ajaran terbaik dan kitab yang terjaga kesuciannya. Dengan itu Allah memberikan hidayah kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya untuk memperoleh kebahagiaan dan kesejahteraan dan Allah menimpakan kebinasaan dan kehinaan bagi siapa pun yang menolak ajaran beliau.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ.

dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nasrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.”

Wahai hamba Allah…
Segala bentuk kebaikan terletak di dalam prilaku mengikuti sunnah. Sunnah itu sendiri merupakan ajaran yang mumpuni, dan metode yang mengantarkan kepada petunjuk dan ilmu yang terjamin. Allah menjadikan agama ini yang paling sempurna,menyempurnakan dari berbagai kenikmatan lainnya. demikian hal nya Nabi ﷺ beliau telah menuntaskan penyampain risalah dan menunaikan amanat dan tidak ada satupun kebaikan yang tertinggal kecuali beliau telah tunjukkan,serta tidak ada satupun keburukan kecuali beliau telah peringatkan.

Allah berfirman :

ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًۭا ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍۢ لِّإِثْمٍۢ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad ﷺ. Dan kita memohon kepada Allah agar menganugerahkan kepada kita sikap mengikuti sunnah beliau dengan semangat mengamalkannya.

Khutbah kedua….

Allah memberikan kesudahannya yang baik untuk hamba-hamba-Nya bertaqwa dan tidak ada permusuhan kecuali dengan orang-orang yang membuat kedzaliman.

Wahai hamba Allah…
Ikutilah apa yang telah Allah sampaikan Kepada kalian dan jangan lah mengikuti yang lainnya. Pegang lah wasiat Allah dengan sekuat tangga dan teguhkanlah hati kalian dengan menjalankan tuntunan Nabi-Nya ﷺ dan berpegang lah terus dengan sunnah² beliau dan gigitlah gigi geraham kalian dan semarkkan lah sunnah tersebut dan amalkan lah didalam kehidupan kalian dan tunjukkanlah keteguhan dan kesabaran kalian. Dan jangan lah kalian berkecil hati dan bersedih sebab kalian akan mendapatkan posisi tertinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.
Orang berjuang mempertahankan nya bagaikan mendapatkan pahala 50 orang Rasulullah ditanya apakah 50 orang dari kami atau dari mereka. Mereka menjawab setera mendapat pahala 50 orang dari kalian.

Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ.

“Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba)”

Dan dalam riwayat lain :

الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ ”

Orang-orang yang berbuat kebajikan ketika manusia rusak” [Shahih, sebagaimana dalam referensi terdahulu No. 1]

Sesungguhnya keimanan akan kembali kepada 2 masjid ini bagaikan ular yang kembali kedalam sarangnya.

Wahai hamba Allah…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan peringatan yang tegas didalam perkara bid’ah,beliau ﷺ bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak”
al-‘Irbadh bin Sariyyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَماَذا تَعْهَدُ إِلَيْنَا، فَقَالَ: وصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.

“Kami pernah dinasihati oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan sebuah nasiat yang amat mendalam, yang menyebabkan air mata kami berlinang dan hati kami bergetar, lalu seorang Sahabat bertanya: ‘Ya Rasulullah, seakan-akan ini sebagai nasihat seseorang yang akan pergi, maka apa pesanmu kepada kami?’ Beliapun bersabda: ‘Aku wasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan patuh (kepada pimpinan) ,meskipun ia seorang budak dari Habasyah (Ethiopia), karena sesungguhnya orang yang hidup di antara kamu sesudahkau akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kamu kepada sunnahku dan sunnah para Khulafa’ (pengikutku) yang mendapat petunjuk, berpegang teguhlah kamu padanya dan gigitlah dengan geraham-geraham (mu), dan jauhilah hal-hal yang diada-adakan (dalam agama) karena setiap yang baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.”

Wahai hamba Allah….

Bid’ah merupakan perkara yang dapat mencoreng kemulian Allah sebagai pemecah belah kekompakan dan kesatuan kaum muslimin dan merupakan tindakan kedzoliman dan keburukan yang nyata. Kerjakanlah perintah Allah dan ikutilah Rasulullah ﷺ, kerjakanlah tuntunan yang disunnahkan. Allah berfirman :

فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَكَ فَٱعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَآءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيْرِ هُدًۭى مِّنَ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(Surat Al-Qashash (28) Ayat 50)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here