Terjemah Khutbah Al-Haramain | Syaikh Dr. Shalih Bin Abdullah Al-Humaid – Manisnya Iman dan Nikmatnya Ibadah

236

Khutbah Pertama

Wahai manusia sekalian…
Aku wasiatkan kepada Kalian dan untuk diri pribadi untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah. Bertaqwalah kepada Allah wahai orang-orang yang dirahmati Allah….

Dan ketahuilah, barangsiapa yang berprasangka baik kepada Rabbnya maka prasangka nya itu tidak akan membuat dirinya kecewa. Dan barangsiapa yang mensyukuri nikmat-nikmat-Nya maka Allah akan tambahkan dengan keutamaan nya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada-Nya maka Allah akan cukupkan baginya. Dan barangsiapa yang Allah selalu berdzikir mengingatnya maka Allah akan selalu menyertainya dan barangsiapa yang kosong dari mengingat Allah maka tidak ada gunanya pertemanan dan karib kerabatnya.

Maka, bersungguh-sungguh lah -wahai hamba-hamba Allah- 2x…didalam berbuat baik kepada-Nya. Hari-hari yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

Dan ketahuilah, barangsiapa yang berbuat kebaikan maka ia akan hidup dalam keadaan yang tentram dan selamat dari hal-hal yang dia berlindung darinya dan diangkatnya bagi nya doa yang dia tidak pernah dengar. Cukuplah engkau 2x…sebagai orang yang diliat oleh Allah kebaikan atau sedang mencari kebaikan.

Maka cukuplah Allah sebagai tempatmu berlindung. 2x….dan semoga Allah menjagamu…

وَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًۭا وَلَا هَضْمًۭا

Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.(Surat Ta-Ha (20) Ayat 112)

Wahai ma’asyiral muslimin…
Bahwasanya dunia dijalani dengan kaki-kaki, pahala keberuntungan diraih dari dengannya hati. Sesungguhnya pada jiwa² itu ada kecenderungan kepada sesuatu yang mudah dan ringan. Serta berlari dari hal-hal yang terbebani dan sulit. Dan seseorang yang memiliki tekad yang kuat akan mendorong diri nya meraih puncak keberhasilan. Melatihnya dengan hal-hal biasa dan terobsesi untuk menggapai posisi tertinggi. Apa lagi ketika ia mencapai kemulian maka ia akan berlari dari kehinaan. Dan ketika ia merasakan kenikmatan didalam beribadah maka maka ia akan mengangap rendah kenikmatan yang nampak.

وَمَنْ أَرَادَ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًۭا

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.(Surat Al-Isra (17) Ayat 19)

Bahwsanya lidah itu ia tidak terkunci, amalan anggota tubuh tidak berhenti, dan pemikiran yang tidak ada batasnya. Apabila tidak disibukkan hal ini dengan perkara-perkara yang besar2x… Maka ia akan disibukkan dengan perkara-perkara yang kecil. Dan jika tidak dipakai untuk kebaikan maka ia akan mengarah untuk keburukan.

Maha suci Allah2x…yang telah memperlihatkan kepada sebagian hamba-Nya surga sebelum bertemu serta membuka pintu² nya dinegri amal dunia ini. Dan Dia telah karuniakan kepada mereka aroma surgawi itu. Sehingga mereka bersungguh-sungguh mencarinya.

Dan sebagian salaf bberkata : sesungguhnya jika penduduk surga berada dalam kondisi seperti ini maka sungguh ia berada dalam kehidupan yang baik.

Ya -wahai orang-orang yang dijaga Allah- berbeda dengan orang-orang yang hanya memberi kenikmatan fisiknya. Tapi menyia-nyiakan hatinya. Dengan orang yang melelahkan fisiknya/badanya akan tetapi membuat bahagia hatinya.

Dan Bahwasanya surga itu diliputi dengan hal-hal yang tidak disukai, dan neraka diliputi dengan hal-hal yang disenangi/syahwat.

Wahai Kaum muslimin sekalian…

Siapa yang memanggil mereka untuk memilih2x….?! Apa yang membangkitkan diri mereka untuk memiliki tekad yang tinggi seperti itu. Jawabnya adalah sesungguhnya karena mereka telah merasakan manisnya keimanan dan nikmatnya ibadah.

alhafizh Ibnu Rajab alhambali berkata : bahwasannya keimanan itu memiliki rasa manis dan kelezatan Yang dapat dirasakan dari dalam hati.sebagaimana manis nya makanan dan minuman hanya bisa dirasakan oleh lidah.

Dan keimanan adalah nutrisi dan energi bagi hati. Sebagaimana makanan dan minuman adalah nutrisi dan energi bagi tubuh. Dan badan dapat merasakan kenikmatan makanan dan minuman saat ia sehat. Jika ia sakit maka ia tak mampu merasakan manisnya sesuatu yang bermanfaat baginya. Dan bahkan ia mencari sesuatu yang membahayakan dirinya.

Maka begitu hal nya dengan hati. Yang merasakan manisnya iman jika sehat dari penyakit hawa nafsu yang menyesatkan dan syahwat yang haram. Jika hatinya sakit maka ia tak mampu merasakan manisnya iman. Dan bahkan ia mencari yang membahayakan dirinya. Berupa hawa nafsu, bid’ah dan maksiat dan kemungkaran.

Wahai saudara-saudara sekalian…
Arti dari manisnya iman adalah merasakan nya jiwa dengan kenikmatan yang untuk melakukan ketaatan. Dan menanggung segala beban didalam mencari keridhoan Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Serta mendahulukan nya daripada keuntungan dunia.

Bahwasanya Manisnya iman dan nikmatnya ibadah adalah ketenangan jiwa dan kebahagiaan hati dan kelapangan dada Saat melaksanakan berbagai tuntunan syariah. Berupa apa saja yang disukai dan diridhoi oleh Allah. Baik perkataan maupun perbuatan. Baik yang tampak ataupun tersembunyi.

Kenikmatan ini bersifat relatif, berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya. Dari Satu kondisi dengan kondisi yang lainnya. Baik dari sisi kuat dan lemah dan penerimaan yang penolakan. Maha suci Allah yang telah menjadikan hamba-Nya berbeda-beda kadar kesungguhan nya sehingga dapat dilihat sari dua sisi yang lebih jauh dari ujung timur dan barat.

Manisnya iman-wahai hamba-hamba Allah- adalah kunci keteguhan diatas ketaatan kepada Allah dan nikmat nya ibadah-wahai orang-orang yang Allah jaga- adalah rahasia ketegaran di hadapan fitnah dan kekacauan.

Wahai saudara-saudara sekalian…
Hati itu jika telah diliputi oleh keimanan dan terpenuhi dengan cahaya wahyu maka rasa manis itu akan muncul. Dan rasa kebahagiaan pun akan tampak. Kenikmatan dunia pasti disertai oleh cacat dan kekurangan² lainnya. Adapun kenikmatan amal sholeh itu murni. Kenikmatan dunia itu bersama rasa jenuh dan bahkan semakin bertambah.sedangkan amalan sholeh maka bertambah pula rasa nikmat dan bahagia. Kenikmatan dunia terkadang membuat seseorang terlepas dari akhirat. Sedangkan kenikmatan amalan sholeh dapat dirasakan dunia dan akhirat.

Wahai kaum muslimin Adapun sebab² yang dapat menghadirkan manisnya iman itu adalah sebagai berikut.
Yang petama dan paling utama adalah mensucikan dan membersihkan jiwa. Siapa yang minum dari teko yang kotor maka ia tidak akan dapat menikmati yang diinginkan. Dan jika ia membersihkan dan menyucikan nya.dan dia tuangkan airnya lalu meminumnya maka ia akan dapat kenikmatan yang sempurna dan kesegeran penuh. Demikian pula hal nya dengan hati. Hati yang diliputi dengan kotoran dan maksiat dan dosa syahwat maka ia tidak akan mampu merasakan manisnya iman. Kecuali setelah dibersihkan dan disucikan. Dalam hadist yang shohih.

ثلاثٌ من فعلَهنَّ فقد طعمَ طعمَ الإيمانِ من عبدَ اللَّهَ وحدَهُ وأنَّهُ لاَ إلَهَ إلاَّ اللَّهُ وأعطى زَكاةَ مالِهِ طيِّبةً بِها نفسُهُ

Ada tiga hal yang dapat merasakan manisnya keimanan yaitu barangsiapa yang beribadah kepada Allah dan tidak sembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah. Dan meberikan zakat hartanya yang baik dan menyucikan dirinya.

Dan do’a Nabi ﷺ

اللهم آت نفسي تقواها، وزَكِّهَا أنت خير من زكاها، أنت وَلِيُّهَا ومولاها

Ya Allah berikan lah kepada jiwa ku ketaqwaannya, dan sucikan lah ia karena Engkau adalah sebaik-baik yang menyucikannya, dan Engaku adalah pelindungnya dan Maha menguasainya.

Bisyr bin harist berkata : seorang hamba tidak akan merasakan kenikmatan ibadah sampai ia menjadikan dalam diri mereka dengan syahwatnya pembatas dari besi.

Wahai saudara sekalian….
Penyucian jiwa itu dilakukan dengan menegakkan kewajiban yang diperintahkan Allah secara lahir dan bathin. Mengikuti sunnah dan mohon pertolongan kepada Allah dan menyandarkan kekuatan dan daya nya kepada-Nya. Hal yang pertama adalah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ikhlas hanya untuk-Nya. Tawakkal bersandar kepada-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya. Selalu berdzikir dan merasa tentram dan tenang kepada-Nya. Mentauhidkan nya cinta dan rasa takut dan harap dan tawakkal. Yaitu menjadikan Allah satu-satunya yang menguasai kegelisahan Hamba.obsesinya dan keinginan nya. Sesungguhnya kebahagiaan seorang hamba dengan Rabb nya diperlukan dengan kedekatan hamba itu kepada-Nya.

Barangsiapa yang bahagia kepada Allah maka semua makhluk akan senang dengannya. Dan siapa yang hatinya terpaut dengan Rabbnya maka diakan mendapatkan kenikmatan dan dalam ketaatan kepada-Nya sesuatu yang tidak dapat ditandingi oleh kenikmatan apapun.

Wahai saudara² sekalian…
Dan diantara bentuk penyucian jiwa adalah upaya jiwa untuk selalu bertaubat dari dosa dan beristighfar dan berlepas diri dari daya dan kekuatan dirinya dan memohon kepada Rabbnya keimanan dan taufik dan bimbingan nya. Jika dia tidak mendapati kelapangan dada dan tidak menemukan manisnya iman maka hendaknya dia berbanyak untuk bertaubat dan beristighfar.

Seorang hamba setiap kali bertambah penghambaanya kepada Allah dan merasa membutuhkan kepada Allah, maka akan bertambah kemuliannya disisi Allah. Dan menggantungkan hati nya hanya kepada Allah.oleh kkarenanya para sahabat dahulu mereka takut dalam diri mereka ada sifat kemunafikan.

Muthorrif bin Abdullah sukhair berkata : Aku tertidur lalu terbangun dalam keadaan menyesal lebih aku sukai dari pada Aku sholat malam lalu merasa bangga. Sebab orang yang merasa bangga maka amalannya tidak terangkat. Sungguh rintihan seorang pendosa yang bertaubat lebih dicintai dari pada lirih tasbih tapi merasa bangga. Hati yang paling disukai oleh Allah adalah hati yang hancur di hadapan Allah dan merasa sangat membutuhkannya. Kepalanya tertunduk depan Rabbnya. Dan dia tidak berani mengangkatnya karena rasa malu dan merasa hina. Diantara sarana dan utama didalam menghadirkan nikmatnya iman adalah doa. Dia adalah senjata yang tidak meleset dari sasaran. Didalam hadist disebutkan :

وَأَسْأَلُكَ نَعِيمَاً لاَ يَنْفَدُ، وأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لاَ تَنْقَطِعْ،

Aku memohon kepada mu kenikmatan yang tidak akan hilang, dan kebahagiaan yang tidak terputus..(riwayat kan imam Ahmad)

Hendaknya seorang hamba memperbanyak baca Al-quran, dan ber tadabbur dan dekat kpd Allah ibadah sunnah selain yang wajib dan membiasakan dzikir kepada Allah. Dan mendahulukan cinta kepada Allah dari pada cinta kepada diri saat ada dinominasi hawa nafsu. Menyaksikan kebaikan. Dan memanfaatkan waktu sahur ketika turun nya Allah dan bermajlis dengan orang-orang yang sholeh.

اللهمّ أسألك لذّة النّظر إلى وجهك الكريم،

Saudara-saudara sekalian…
Diantara hal yang menjadi konsekuensi cinta dan ridho adalah dengan sang kekasih dan totalitas pada-Nya ini merupakan pondasi keimanan yang paling utama. Allah berfirman :

أَمَّنْ هُوَ قَـٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًۭا وَقَآئِمًۭا يَحْذَرُ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(Surat Az-Zumar (39) Ayat 9)

Khutbah kedua…

Wahai kaum muslimin…
Apabila ini yang disebutkan dengan manis nya keimanan dan manis nya ibadah adalah teguh diatas agama Allah. Sebagaimana kita bersungguh-sungguh dengan jika ini gambaran manisnya keimanan maka ketahuilah bahwa hal yang dapat mencegah meraihnya manisnya iman itu adalah maksiat dan dosa. Mungkin saja seorang hamba yang memandang sesuatu yang haram tercegah dan mendapatkan cahaya hati atau karena tidak menjaga lisan nya sehingga tercegah dari hati atau memilih syubhat dalam konsumsi nya sehingga dadanya menjadi penuh kelam sehingga tercegah dari kemuliaan dan nikmatnya bermunajat.

Sebagian salaf berkata : tidak lah Allah memberikan hukuman seorang dengan kerasnya hati. Bisa jadi seseorang kehilangan cahaya penglihatan atau lidah nya menyebabkan keras nya hati. Disebabkan karena perkara² syubhat.

Berkata dzulnun rahimahullah : Sebagaimana merasakan lezatnya makanan dengan sehat badan. Begitu juga dengan manis nya keimanan dengan sehat nya hati.

Bertaqwalah kepada Allah.- Semoga Allah menjaga kalian- ketika kalian mendapatkan kegelisahan galau dan sedih dan merasa sempit itu. Boleh jadi menjadi hukuman yang disegerakan. Sedang kan datang kepada Allah dan kembali kepada-Nya dan ridho kepada Allah terpenuhinya hati dengan cintanya dan lirih dan dzikir dan bergembira dengan mengetahui kepada-Nya,sehingga mendapatkan pahala yang disegerakan dan surga yang disegerakan dan kehidupan yang mulia yang tidak dapat ditandingi oleh kehidupan apapun.

Dan meninggalkan kemaksiatan akan menghidupkan hati. Maka seorang hamba akan merasakan manisnya kenikmatan. Dan manisnya beribadah. Dan merasa diawasi oleh Allah- lah 2x…dalam semua amal perbuatan kalian. Dengan menghadirkan didalam hati untuk selalu merasa diawasi Allah maka akan merasakan manisnya keimanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here