Terjemah Khutbah Al-Haramain | Syaikh Dr. Faisal Bin Jamil Al-Ghazzawi – Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

338

Khutbah pertama

Sesungguhnya keluarga muslim merupakan salah satu unsur yang penting dan ia merupakan dasar bangunan masyarakat islami, dan Islam sangat memperhatikan didalam pengokohan dan penetapan keluarga yang pelihara keharmonisan nya dan keutuhan nya dan serta memberikan peringatan segala faktor yang dapat mencerai beraikan nya.

Dan diantara tugas pokok iblis adalah merusak hubungan rumah tangga dan mencerai ikatan suami istri.didalam riwayat yang shohih nabi ﷺ bersabda : Sesungguhnya iblis meletakkan singasana nya diatas air dan kemudian dia mengutus prajuritnya dan yang paling dekat dengan nya dari mereka yang paling besar menimbulkan kerusakan nya.datanglah prajuritnya sembari berkata saya telah melakukan ini dan itu, maka iblis pun menjawab : kau tidak ada apa-apa nya. Berikut nya datang yang lain, sembari berkata aku tidak berpisah dengan nya sampai aku membuat dia bercerai dengan istri nya, lalu iblis pun mendekatkan nya ke sisinya dan berkata : kau adalah yang terbaik.

Dan Perceraian antara suami istri merupakan hal disukai oleh iblis.karena hal tsb dapat mengakibatkan kerusakan yang besar,seperti terputusnya keturunan, buruknya pendidikan anak dan terbengkalai nya anak² tak terurus dan memutus tali silaturahmi dan berpotensi saling membenci, pertikaian dan permusuhan diantara manusia.

Wahai hamba Allah…
Allah telah berfirman kepada kita didalam alquran dengan firman-Nya :

…dan perbaikilah hubungan dengan sesamamu

Maksudnya perbaiki lah hubungan diantara kalian,agar hubungan nya menjadi harmonis, langgeng dan penuh cinta

Dan Nabi ﷺ bersabda : maukah aku beritahukan kepada kalian kedudukan yang paling utama dengan kedudukan sholat dan puasa dan sedekah? Maka, mereka menjawab : mau ya Rasulullah, lalu Rasulullah ﷺ bersabda : perbaiki lah hubungan diantara kalian sebab rusaknya hubungan itu akan membinasakan. Maka hendaknya seorang berusaha memperbaiki dirinya dan orang-orang yang berada dibawah penguasaannya. Allah Ta’ala berfirman :
(Menit 03:40)
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًۭا …..
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka(Surat At-Tahrim (66) Ayat 6)

Dan Nabi ﷺ bersabda :
، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ،
“…..Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.

Wahai hamba Allah….

Dan nabi ﷺ adalah orang yang paling baik kepada keluarganya dan paling baik dalam bermuamalah dengan istri²nya.

Dan telah dijelaskan dengan sabda nya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku”

Dan yang wajib bagi pasangan suami istri adalah muamalah dengan baik

Dan Allah jalla wa ‘ala berfirman :
Dan pergaulilah mereka dengan baik…

Dan Allah ta’la berfirman :
Dan para wanita memliki hak yang seimbang dengan kewajiban nya dengan baik.

Dengan demikian itu cara saling membantu didalam kebaikan dan saling menasehati dengan yang kainnya.dan berusaha menunaikan hak pasangan dengan penuh cinta dan kasih sayang dan menjauhi pertikaian dan pertekaran dan saling mencela dan melukai perasaan dan membuat tidak nyaman dan membiasakan saling memaafkan.melihat sisi baik pasangan dan memberikan pujian dan mengakui kesalahan dan meminta maaf dan memberi udzur.

Dan diantara wasiat nabi ﷺ didalam menjaga keharmonisan dalam rumah tangga adalah
Sabda beliau ﷺ : sungguh berbuat baiklah kepada istri² kalian karena mereka ibarat tawanan disisi kalian.

Kepada setiap suami hendaknya selalu bertaqwa kepada Allah dalam urusan istrinya yang mana Allah menjadi kan dibawah penguasaan dan perlindungan nya.dan ini memiliki konsekuensi bahwasanya dia harus mejaga dan memelihara dan melindungi istrinya serta menghadirkan suatu yang menjadi maslahat baginya sebagaimana firman Allah

Dan diantara yang di wasiatkan oleh Rasulullah ﷺ dengan bergaul dngn baik beliau bersabda : berikanlah nasehat kepada para wanita dengan kebaikan…

Allah ta’la berfirman : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita,

Maksudnya pemimpin yang melindungi dan memperbaiki dan melihara dan mengayomi dan mengatur. Bukan pemimpin yang memaksa dan menindas dan menyakiti dan membuat lari.dan ini juga mengandung konsekuensi bahwa dia selalu bermuamalah dengan nya dengan cara yang baik dan kasih sayang dan penuh ketulusan.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain”

Ini juga tidak berati dia harus mentaatinya didalam kedurhakaan kepada Allah hanya untuk mencari keridhoan suaminya.sebagaimana Allah juga telah mengajarkan kepada suami agar tidak gampang membenci istrinya karena muamalah nya yang buruk.

Allah Ta’ala berfirman :
وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًۭا كَثِيرًۭا
Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

Dan ketika pun istri dalam kondisi tidak patuh, maka hendaknya Dimediasi dengan cara yang memperbaiki hubungan rumah tangga sesuai dengan tuntunan syariat.

Istri yang mulia dapat memperbaiki hubungan rumah tangga dengan tuntutan syariat yang mulia lagi yang berbakti adalah selalu yang merasa diawasi oleh Allah dan melihara kesetian hubungan pasangannya.

Istri nabi Ayyub ‘alaihi salam adalah istri yang sholehah yang sabar dan bertaqwa dan setia. Dan istri mendampingi nya dimasa-masa sulit ketika ia mendapatkan ujian dalam harta, anak dan raga nya.dan tidak kurang dari 18 tahun. dia selalu berada disisinya didalam melayani nya dan menghiburnya dan tidak meninggalkannya dan tidak minta pisah dengannya.dan dia menjadi suri teladan didalam kemulian dan kesetian dan pengorbanan dan kemurahan.

Ketika umar bin Khattab radhiyallahu anhu keluar pada suatu malam keliling dikota madinah, dia mendengar seorang wanita ditinggal jauh oleh suaminya sedang melatunkan syair nya.berkata :
Oh betapa malam panjang nya malam berlalu tanpa seorang kekasih disisi yang ingin kucumbu, demi Allah, kalaulah bukan diawasi oleh Allah maka ranjang ini sudah bergoyang setiap sisinya.

Wanita ini merasa selalu diawasi oleh Allah yang tidak takut kepada-Nya dan dia takut kepada-Nya sehingga ia mendorong untuk bersabar dalam penantian dan tidak berkhianat kepada suaminya akan tetapi ia memelihara kehormatan dan tidak menghancurkan bangunan rumah tangga nya dan selain itu, seorang wanita yang cerdas dan baik,senantiasa memberikan hak suaminya, ketika nabi ﷺ ditanya tentang profil wanita yang terbaik beliau bersabda bahwa wanita yang mentaati suami nya jika diperintah, dan membuatnya senang ketika dipandang, dan memelihara dirinya dan harta suami nya.

Nabi ﷺ pernah bertanya kepada seorang wanita : apakah engkau memiliki seorang suami? Maka ia menjawab : iya dan beliau bertanya : bagaimana sikapmu kepada suami mu,ia menjawab : aku berusaha menunaikan haknya kecuali kepada sesuatu yang aku tidak mampu.beliau bersabda : perhatikan lah sikapmu terhadap suamimu, sebab ia adalah surgamu atau nerakamu.

Maksudnya ia adalah sebab engkau masuk surga karena ridhonya terhadapmu dan dia adalah salah satu engkau masuk neraka karena kemurkaan nya kepadamu.berbuat baik lah didalam berinteraksi dengannya dan jangan selisihi perintahnya selama bukan maksiat sebab tidak ada ketaatan terhadap makhluk dan kedurhakaan terhadap Rabb-Nya.

Ketaatan seorang istri juga dapat menyuburkan rasa cinta dan kasih sayang diantara dua pasangan dan memiliharanya dari segala perpecahan.

Ibnu jauzi rahimahullah berkata seorang wanita yang cerdas apabila ia mendapatkan suami sholeh yang sesuai dengan nya maka hendaknya, ia Bersungguh-sungguh mencari keridhoan dan bersungguh-sungguh didalam menjauhi apa yang menyakitinya.sebab ketika dia menyakiti suaminya atau melakukan yang dia benci dapat menjadikan bosan dan hal itu akan membekas dalam dirinya.

Wahai hamba Allah…
Sesungguhnya sesuatu yang paling membahayakan dan mengancam keutuhan rumah tangga muslim adalah terpengaruh nya seorang kepada konten² di medsos² yang mengandung pesan² yang berpotensi menghancurkan bangunan rumah tangga dan merobohkan norma dan prinsip.

Dan waspadalah² terhadap hal ini karena selain itu hal yang tidak kalah berbahaya nya dan dapat merusak hubungan suami istri adalah kehadiran nya orang ketiga yang sengaja merusak.perbuatan ini tentunya termasuk dosa yang besar.sabda Nabi ﷺ bukan diantara golongan kami yang sengaja yang merusak hubungan rumahtangga orang lain.hendaknya bertaqwa kepada Allah orang yang berusaha yang mendatangkan kekacauan ke keluarga yang baik dan membuat cerai rumah tangga yang tiada bersalah.

Berapa banyak rumah tangga yang tenang menjadi kacau dan berantakan dan berapa banyak keluarga yang baik tercerai berai diakibatkan kejahatan dan dosa ini.dan hendaknya pasangan suami istri waspada terhadap hubungan suami istri mereka dan hendaknya mereka tidak mendengar setiap orang yang mengeruhkan rumah tangga mereka.baik dari kerabat maupun dari orang lain.sebab sesungguhnya orang ketiga ini hakikat nya adalah prajuritnya iblis yang mengemban tugas yang menancapkan permusuhan yaitu dengan suami tidak suka dengan istrinya dan sebaliknya membuat istri tidak suka suaminya dengan menyebut kekurangan pasangan dan membuatnya menjadi tersakiti.

Perhatikanlah -wahai orang² yang dirahmati Allah-perbedaan diantara perbuatan orang ketiga yang ingin membuat kacau dan orang yang ingin memperbaiki dan berharap rumah tangga seorang muslim tentram, harmonis dan bahagia. Dan hubungan suami istri kokoh terpadu dan langgeng dan mereka berupaya agar ikatan pernikahan tetap utuh dan tidak terputus hanya karena masalah sepele dan urusan kecil.

bahwasanya Nabi ﷺ bersungguh-sungguh dalam memediasi perselisihan yang terjadi antar pasangan suami istri.sebagaimana yang beliau lakukan terhadap pasangan Fatimah putri beliau dan ali radhiyallahuma setelah terjadi masalah diantara keduanya.bahkan beliau menjadi pemberk jaminan agar hubungan suami istri tetap utuh sebagaimana beliau lakukan terhadap barirah agar dia rujuk kepada istrinya.

Kaum muslimin sekalian…
Berapa banyak rumah tangga yang hampir ambruk karena sebab yang sepele antara pasangan suami istri.sisuami bahkan hampir memutuskan cerai tetapi kemudian berkat kehadiran orang yang mampu memediasi dengan pesan² bijak dan kata² nasehat yang menyentuh dapat memperbaiki hubungan mereka tentu nya dengan taufik dan karunia Allah. Dan orang yang menjadi mediator ini membuka mata mereka sehingga mereka khawatir dan kondisi keluarga yang tercerai berai dan anak-anak yang akan berpencar yang tidak terurus.kemudian mereka menyambung hubungan yang terputus diantara anggota keluarga dan menghilangkan perselisihan diantara mereka dan syiar mereka adalah yang aku kehendaki adalah perbaikan semampuku.

Wahai hamba Allah…
Sesungguhnya upaya orangtua agar untuk memperkuat hubungan nya dengan Allah dengan menjaga sholat dan Ibadah yang lainnya dan senantiasa bertaqwa dan merasa diawasi oleh Allah adalah pondasi anak keturunan nya dan kokohnya bangunan rumah tangga.dan renungkanlah firman Allah Ta’ala : …. Dan ayahnya adalah orang yang sholeh.

Pada ayat tersebut terdapat isyarat kesholehan orangtua menghadirkan pemeliharaan bagi anak-anak dan bahkan keberkahan dan kesholehan itu dirasakan oleh generasi anak cucunya.diantara hal yang dapat membantu seseorang dalam rangka memperbaiki keluarga dan keturunannya adalah kontinu didalam berdoa diantaranya do’a nabi, Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kemaafan dan keselamatan dalam urusan agama dan dunia dan keluarga dan hartaku.

Do’a ini tersisipi do’a perlindungan keluarga dari segala kerusakan dan ujian dan ketidak harmonisan.dan do’a lainnya yang juga dilantukan oleh hamba Allah arrahman adalah : wahai Rabb kami karuniakan kepada kami dan istri² kami da keturunan kami penyejuk mata bagi kami.

Alqurthubi berkata tidak ada sesuatu yang lebih dibahagiakan oleh seorang mukmin daripada melihat istri dan anak² nya taat kepada Allah azza wa jalla.

Nabi Ibrahim alaihi salam mengkhusukan do’a untuk anak keturunannya beliau berdo’a : jauhkanlah aku dan anak² keturunan ku dari menyembah berhala.dan beliau juga berdo’a : wahai Rabb-ku jadikanlah aku senantiasa menegakkan Sholat dan keturunan ku.wahai rabb kami Terima lah do’a kami.
Beliau juga berdo’a bersama anaknya Ismail alaihima salam kami adalah orang berdua berserah diri kepadamu dan keturunan kami dari umat yang berserah diri padamu.

betapa mulia dan betapa besarnya peran doa didalam mengokohkan cinta dan kesetiaan dan curahan kasih sayang. Sungguh Nabi ﷺ berdo’a untuk ibu abu Hurairah agar mendapat hidayah lalu Allah membukakan hatinya untuk menerima islam dan hubungan antara abu Hurairah dan ibu nya adalah ikatan cinta dan kasih sayang yang Agung. demikian itu terlihat dari percakapan mereka yang harmonis, beliau berkata wahai ibunda ku smoga Allah merahmati mu sebagaimana Engkau didik ku diwaktu kecil. Lalu ibunda nya menjawab : wahai anakku demikianlah dirimu.semoga Allah membalas mu dengan kebaikan dan meridhoi mu sebagaimana baktimu kepada ku saat dewasa.

Ketika abu ma’syar mengadukan anaknya kepada thalhah bin musarrif, thalhah berkata kepada nya minta lah pertolongan kepada Allah dengan ayat ini kemudian dia membaca : wahai Rabb-ku berikanlah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat ku yang telah engkau limpahkan kepada-Ku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat baik yang engkau ridhoi dan berilah aku kebaikan yang mengalir sampai kepada anak cucu ku.sesungguhnya aku bertobat kpd-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim.

Diantara yang mesti diwaspadai oleh orang tua adalah mendoakan keburukan kepada anaknya karena ini merupakan dilarang oleh nabi ﷺ, suatu ketika seorang mengadu kedurhakaan anaknya kepada abdullah bin mubarak.ibnu mubarak bertanya apakah engkau pernah mendoakan kejelekan untuknya? Dia menjawab : iya. Beliau berkata : pergilah sesungguhnya engkau telah merusak nya.

Hendaknya kedua orangtua merenungkan pada saat berdo’a untuk kebaikan anak² nya dan kewajiban mereka mendidik dan membimbing mereka serta tidak melalaikan mereka.ibnul Qoyyim berkata siapa yang melalaikan pendidikan anaknya dan membiarkan itu saja, maka sungguh ia telah berburuk dan suatu tindakan yang mana kebanyakan anak itu rusak karena kelalaian oleh orangtuanya.tdk mengajarkan kepada mereka agama dan menelantarkan mereka maka, mereka tidak bermanfaat bagi diri mereka dan tidak bermanfaat bagi orang tuanya.

Wahai saudara ku…
Sesungguhnya diantara akibat buruk durhaka kepada orang tua adalah hancurnya tatanan rumah tangga.rumahtangga menjadi lemah dan tercerai berai.hendaknya setiap anak bertaqwa kepada Allah dan memperhatikan hak orangtuanya.hendaknya pula kedua orangtua bertaqwa kepada Allah dan tidak menjadi penyebab hancurnya rumah tangga dan tercecer nya anak² mereka karena ketidak harmonisan hubungan antara mereka.dan jika pun harus terjadi pertekaran antara mereka hendaknya mereka bersegera memperbaiki hubungan dan menyingkirkan pertekaran tersebut.sebab, jika tidak ia akan khawatir masalahnya akan semakin buruk.

Dari Abu darda radhiallahu anhu berkata kepada istrinya.jika aku marah maka bersabarlah dan jika engkau marah aku pun bersabar, kalau tidak demikian maka kita akan mudah berpisah.

Khutbah kedua

Wahai hamba Allah…
Diantara yang harus kita perhatikan adalah membentengi rumah-rumah kita dari syetan dan mengisinya dengan cahaya keberkahan dari banyak ibadah sperti dzikir membaca Al-Quran, sholat dan do’a dan lain sebagainya. Nabi ﷺ bersabda : perumpamaan rumah yang didalamnya dibacakan ayat-ayat alquran dengan rumah yang hambar dari dzikir adalah seperti orang hidup dan mati.

Dari abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata sesungguhnya rumah akan nyaman bagi penghuninya hadir didalamnya malaikat dan dijauhi oleh syetan dan berlimpah kebaikan bila mana dibaca Al-Quran maka didiberkahi dalamnya dan suatu rumah akan terasa sempit dan dijauhi oleh Malaikat dan hadirkan kepada nya syetan dan sedikit kebaikan nya,bila mana tidak dibaca Al-Quran didalamnya.selain itu hal yang perlu menjaga rumah kita tetap aman dan nyaman adalah menghindari maksiat dan dosa.sebab ia adalah keburukan bagi rumah dan mengandung keburukan dan pengundang keburukan, kekacauan dan keghundahan sebab sebagaimana kita juga perlu membersihkan rumah kita dari benda-benda yang dapat mencegah dari datangnya kebaikan dan keberkahan nya.nabi ﷺ bersabda : malaikat tdk akan masuk kedalam rumah yang didalamnya ada anjing dan tidak pula patung. Maksudnya patung makhluk bernyawa yang tidak direndahkan. didalam sebuah hadist bahwa nabi ﷺ telah membersihkan segala sesuatu yang bercorak salib yang ada dirumah nya.

Wahai hamba Allah…
Semestinya setiap aktivis dakwah memanfaatka semua sarana yang syar’i yang bermanfaat dalam rangka menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik sperti khutbah dan pengajian, selembaran fatwa dan pesa -pesan bijak yang membangun sebagai media diantara program perbaikan yang diharapkan dan penguatan bangunan keluarga adalah mendirikan pusat² pengajian dan penelitian seputar rumah tangga dan membangun LSM dan yayasan yang khusus menangani masalah keluarga dan itu juga menyiapkan program² ilmiyah dan total pembelajaran yang fungsinya untuk menghadirkan pelatihan dan pembekalan dan persiapan ilmu dan praktek menikah serta pola yang rapi yang baik pada pasangan suami istri.pilar-pilar keluarga muslim dan prinsip-prinsip yang benar dalam pendidikan anak. Dan juga serta proyek² menangkal pemikiran dan tingkah laku yang menyimpang. Dan penting juga mendirikan lembaga konseling seputar masalah keluarga dan hubungan suami istri dalam menyelesaikan perselisihan dalam rumah tangga dan juga tentang penyakit kejiwaan dan fenomena sosial yang negatif.semua itu tetap mempertahankan dan memastikan nya dibangun diatas pemahaman islam yang benar dengan batasan yang syari dan menghindari segala hal yang bertentangan dengan Al-Quran dan sunnah berupa perkara² yang mungkar dan bertentangan dengan akidah yang lurus.

Sholawat dan salam

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here