Terjemah Khutbah Al-Haramain | Syaikh Dr. Abdullah Bin Awwad Al-Juhani – Shalawat kepada Nabi di Antara Ibadah yang Utama

437

Khutbah Pertama

Kaum muslimin sekalian….
Aku berwasiat agar kalian senantiasa bertaqwa kepada Allah, karena kataqwaan merupakan pondasi setiap kebaikan.

Wahai hamba-hamba Allah…
Beribadah kepada Allah yang maha mengetahui dan maha bijaksana dengan beragam ibadah diantaranya ada yang sifatnya badaniyyah(fisik) seperti sholat dan puasa dan ada juga yang sifatnya harta seperti menunaikan zakat dan berbagai infak, dan ada pula ibadah yang dilaksanakan dengan fisiknya dan mengeluarkan harta pada saat yang sama sehingga ia dikatakan ibadah fisik dan ibadah harta.dan ibadah tersebut adalah berhaji ke baitullah yang suci.Dalam ibadah ini seorang muslim mengeluarkan hartanya dan melalui beratnya perjalanan didalam safarnya.

Wahai hamba Allah…
Dihari-hari yang diberkahi ini,kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia sesungguhnya telah tiba di baitullah yang suci.untuk menunaikan ibadah haji sebagai bentuk ketaatan kepada apa yang telah diperintahkan oleh Allah azza wa jalla dan mengikuti tuntutan nabi ﷺ. Dan sesungguhnya haji merupakan kewajiban diantara kewajiban-kewajiban yang telah Allah perintahkan didalam agama.kaum muslimin berkumpul untuk menunaikan ibadah ini sebagaimana dahulu yang telah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ. Dan dari perkumpulan ini akan mendatangkan manfaat yang sangat banyak dan saling menolong didalam kebaikan dan ketaqwaan.

Dan muslimin yang datang ke baitullah azza wa jalla dan ketika mereka merasakan kedekatan kepada Allah tabaroka wa Ta’ala didalam rumah-Nya yang suci dan hatinya menjadi lapang dan menjadi khusu’ kepada Allah azza wa jalla. Dan ditempat pusat ini, yang mana merupakan qiblat, semua wajah menghadap kepadanya. Dan tempat bertawaf disekeliling nya dan berjalan diatasnya yang mana mereka meraih panji agama Islam yang mana dibawahnya menjadi tempat bernaung dan dengan mereka berjalan dan kembali dan itu adalah panji keimanan yaitu laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah Muhammadu rasullah..

Itulah akidah… Itulah akidah yang menjadi pemersatu dibawah naungannya berbagai macam ras², dan warna kulit, dan bahasa, dan daerah-daerah.dan mereka mendapati kekuatan bersatu padu dibawah bendera(panji) keimanan.

Dan sesungguhnya penyeru dari bersatunya semua ini adalah firman Allah Ta’ala :

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًۭا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍۢ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍۢ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,(Surat Al-Hajj (22) Ayat 27)

Dan kaedah dari pondasi ini adalah firman Allah tabaroka wa Ta’ala :

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْـًۭٔا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.Surat Al-Hajj (22) Ayat 26

Tidak juga didalam jumlah yang banyak dan juga dalam jumlah yang sedikit, dan tidak juga didalam perkataan dan juga didalam amalan dan tidak juga didalam pergerakan dan tidak dalam perjalan kosong dan memurnikan tujuan dan beramal karena Allah azza wa jalla dan meninggal segala sesuatu karena Allah dan tidak beribadah kecuali kepada Allah dan tidak berdoa kecuali kepada Allah tabaroka wa Ta’ala dan tidak berdzikir kecuali berdzikir kepada Allah, dan didalam tahlil dan takbir dan tasbih dan tahmid, dan talbiyah dan ketundukan, dan didalam ketenangan dan didalam kekhusyu’an dan didalam ketentraman dan kerendahan hati.

bertaqwalah wahai saudara ku sesama muslim.

Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah selalu mengawasimu didalam setiap waktu dan didalam setiap keadaan dan dimalam dan disiang hatimu, dan selalu menjaga adabmu kepada sang Pencipta, dan menjaga adab ditanah yang Allah sucikan ini dan engkau cemari kesucian ini dengan kemaksiatan kepada Allah Ta’ala didalamnya. dan persembahkan amalan sholeh mu dengan mengikhlaskan (memurnikannya) untuk Allah semata maka engkau akan dapati simpanan cahaya dan mintalah taufik dan petunjuk dari Allah karena menunjukkan ke jalan yang benar.

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ ١٩٧

(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi.58) Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ,59) berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.

Khutbah Kedua

Wahai kaum muslimin sekalian…
Allah tabaroka wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.Surat Al-Ahzab (33) Ayat 56

Dan sholawat lah kepada nya ﷺ dan ucapkanlah salam dengan salam kehormatan kepadanya ﷺ.

Da telah datang dari nabi ﷺ bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)

قال سهل بن عبد الله التستري: الصلاة على محمد – صلى الله عليه وسلم – أفضل العبادات؛ لأن الله تولاها هو وملائكته، ثم أمر بها المؤمنين، وسائر العبادات ليس كذلك،

Sahl bin Abdullah berkata : sholawat kepada Nabi ﷺ merupakan diantara iibadah-ibadah yang utama. Karena Allah dan juga para malaikat-Nya bersholawat kepadanya dan kemudian Allah memerintah kan orang-orang yang beriman untuk bersholawat dan ibadah² yang lainnya tidaklah demikian.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ….

Ini merupakan kedudukan yang sangat tinggi beliau, tiada yang dapat menyamainya dan semua yang alam semesta ini berada dibawa kedudukan-Nya, semesta dan semuanya saling bersahutan untuk bersholawat untuknya dan sepenuh langit dan bumi menjadi terang benderang dengan pujian Allah bagi hamba dan utusannya nabi Muhammad ﷺ, imam qurthubi berkata ayat ini merupakan bukti bahwa Allah memuliakan Rasulullah ﷺ baik saat beliau hidup maupun saat setelah beliau wafat dengan ini Allah menjelaskan kedudukan beliau dan membersihkan nama baiknya dari keburukan orang-orang yang membawa pikiran keji dalam otaknya.

Wahai muslimin sekalian…
Sesungguhnya diantara cara memberikan pertolongan kepada nabi ﷺ yang besar adalah mencontoh nabi ﷺ dan mengikuti sunnah² nya dan menyerbarkan keutamaan² dan mengenal sirohnya.dan menebarkan nilai-nilai islam ajarannya.

«إن المحاولات الإجرامية للإساءة للنبي -صلى الله عليه وعلى آله وسلم- ولأم المؤمنين عائشة -رضي الله عنها-، لن تضر الجناب النبوي الكريم بشيء ولا الدين الإسلامي كذلك، فقد رفع الله عز وجل لمحمد -صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما- ذكره وجعل الذل والصغار على مَن خالف أمره، وفتح له الفتح المبين وعصمه من الناس أجمعين وكفاه المستهزئين».

Sesungguhnya upaya jahat didalam memperburuk citra nabi ﷺ dan ibunda orang-orang yang beriman aisyah radhiallahu anha tidak ada sedikit pun mencederai kemulian nabi ﷺ dan agama Islam dan sesungguhnya Allah telah mengangkat kedudukan beliau dan merendahkan orang-orang yang menyelisihi beliau dan membukakan baginya kemenangan dan memelihara beliau dari manusia dan menjaga beliau dari orang-orang yang mengolok-olok nya dan kesudahan yang buruk menimpa orang-orang menghina beliau dan tercatat rapi didalam lembaran-lembaran sejarah. Dan Allah karuniakan kenikmatan banyak kepada beliau dan menjadikan orang-orang yang menghinakan nya terputus dari keberkahan.

Respon kaum muslimin terhadap penghinaan kepada nabi ﷺ haruslah dibangun diatas tuntunan syariat Allah yang telah dijelaskan Alquran dan sunnah nabi-Nya ﷺ.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here