Terjemah Khutbah Al-Haramain | Syaikh Dr. Abdullah Al-Buayjan – Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

186

Khutbah pertama :

(Menit 00:45)
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Sebaik-baik ucapan adalah firman Allah, dan Sekuat-kuatnya tali pengikat adalah kalimat taqwa, dan sebaik-baik agama adalah agama nabi Ibrahim dan selurus-lurus kisah adalah kisah dalam kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi Muhammad ﷺ dan Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan, dan setiap Bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan berada dineraka.

(Menit 01:12)
ketahuilah ketaatan kepada Allah merupakan keberhasilan dan pencapaian yang terbaik.dan Memperoleh ridho Allah merupakan suatu keberuntungan yang terbesar dan surga itu dikelilingi oleh hal-hal tidak menyenangkan dan neraka dikelilingi oleh hal-hal yang memikat hati.

(Menit 01:33)
Surat Ali-Imran (3) Ayat 185

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

(Menit 01:40)
Wahai manusia sekalian….
Sesungguhnya diantara nikmat Allah dan keutamaan nya adalah bahwasanya Allah menyiapkan bagi hamba momen-momen ketaatan.yang mana pada malam tersebut ia akan melipatkan gandakan pahala ibadah. Allah telah memotivasi hambanya agar memanfaatkan setiap kesempatan dan waktu yang tersedia dengan sebaik-baiknya.

Demikian juga Allah telah mendorong mereka agar mereka bersegera menyelenggarakan amal dan ketaatan dan menggapai karunianya.

(Menit 02:15)
۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ.
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(Surat Ali-Imran (3) Ayat 133)

(Menit 02:18)
((إِنَّ لِرَبِّكُمْ عزَّ وجلَّ فِي أَيَّامِ دَهْرِكُمْ نَفَحَاتٍ، فَتَعَرَّضُوا لَهَا، لَعَلَّ أَحَدَكُمْ أَنْ تُصِيبَهُ مِنْهَا نَفْحَةٌ لا يَشْقَى بَعْدَهَا أبدًا)) رواه الطبراني.
Muhammad bin maslamah al anshori radhiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda : sesungguhnya Rabb kalian telah menyiapkan yang istimewa didalam setahun untuk mencurahkan karunianya.maka barangsiapa diantara kalian yang berhasil mendapatkan momen tersebut sungguh tidak akan mengalami kesengsaraan sama sekali.(diriwayatkan atthobarani).

(Menit 02:40)
Wahai hamba-hamba Allah…
Bulan sya’ban merupakan diantara musim-musim ketaatan, dan merupakan karunia Allah dan memperbanyak lah didalam mendekatkan diri kepada Allah.dan menjauhilah segala bentuk dosa dan bersegeralah bertaubat dari dosa-dosa kemaksiatan.

(Menit 03:00)
Bulan sya’ban merupakan bulan pengantar kepada bulan Ramadhan dan bulan berpuasa dan bulan mendirikannya sholat malam.dan ia menjadi muqoddimah(pembuka) dari rukun² islam.dan korelasi antara bulan Ramadhan dan bulan sya’ban sebagaimana seperti antara sholat fardhu dan sholat rawatib.yang mana sholat sunnah rawatib penyempurnakan dari sholat-sholat fardhu.

(Menit 03:20)
Bulan sya’ban merupakan bulan persiapan dan bulan siaga.dan latihan bagi jiwa dan latihan untuk badan.dan memperbaiki hati dan dengan bersiap² maka akan meringankan kesusahan.dan menambah semangat dan kekuatan.dan membantu untuk memperasakan ibadah dan kelezatan ibadah.

Dan bersungguh-sungguh di bulan sya’ban akan memudahkan jalan untuk beribadah dibulan Ramadhan.

(Menit 03:50)
Wahai manusia sekalian…
Bulan sya’ban merupakan bulan diangkatnya amalan-amalan manusia kepada Allah.maka berusahalah sebelum diangkat kepada-Nya.dan perbanyaklah untuk melakukan-melakukan ketaatan².dan hendaknya kalian berpuasa.

(Menit 04:05)
أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ الْأَيَّامَ يَسْرُدُ حَتَّى يُقَالَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ الْأَيَّامَ حَتَّى لَا يَكَادَ أَنْ يَصُومَ إِلَّا يَوْمَيْنِ مِنْ الْجُمُعَةِ إِنْ كَانَا فِي صِيَامِهِ وَإِلَّا صَامَهُمَا وَلَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنْ شَهْرٍ مِنْ الشُّهُورِ مَا يَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ لَا تَكَادُ أَنْ تُفْطِرَ وَتُفْطِرَ حَتَّى لَا تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلَّا يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلَا فِي صِيَامِكَ وَإِلَّا صُمْتَهُمَا قَالَ أَيُّ يَوْمَيْنِ قَالَ قُلْتُ يَوْمُ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمُ الْخَمِيسِ قَالَ ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الْأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ قَالَ قُلْتُ وَلَمْ أَرَكَ تَصُومُ مِنْ شَهْرٍ مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.
Usamah bin Zaid ia berkata; Rasulullah ﷺ berpuasa beberapa hari berturut-turut, sampai-sampai dikatakan, beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau juga berbuka beberapa hari hingga hamir beliau tidak puasa kecuali dua hari dalam sepekan, yaitu dua hari yang biasa beliau gunakan untuk berpuasa, jika tidak (berpuasa terus menerus), maka beliau akan berpuasa dua hari itu. Dan tidaklah beliau banyak berpuasa kecuali di bulan Syakban, Aku bertanya; ‘Wahai Rasulullah, engkau berpuasa seakan-akan engkau tidak pernah berbuka dan engkau berbuka seakan engkau tidak berpuasa kecuali dua hari saja, yaitu Senin dan Kamis.” Beliau bersabda, “Itulah dua hari yang amalan seorang hamba ditampakkan di hadapan Rabb semesta alam, aku senang ketika amalanku ditampakkan, diriku sedang berpuasa.” Usamah melanjutkan; kataku selanjutnya, “Dan kami tidak melihat engkau banyak berpusa kecuali di bulan Syakban?.” Beliau bersabda, “Itulah bulan yang orang-orang banyak yang lalai antara bulan Rajab dan Ramadan, yaitu bulan ditampakkannya amalan-amalan, dan aku suka ketika amalanku diperlihatkan di hadapan Rabb-ku, sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.”

(Menit 05:10)
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ.
dari Aisyah Ummul Mukminin, bahwa ia berkata, “Sudah biasa Rasulullah ﷺ berpuasa beberapa hari, hingga kami mengira bahwa beliau akan berpuasa terus. Namun beliau juga biasa berbuka (tidak puasa) beberapa hari hingga kami mengira bahwa beliau akan tidak puasa terus. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasanya sebulan penuh, kecuali Ramadan. Dan aku juga tidak pernah melihat beliau puasa sunnah dalam sebulan yang lebih banyak daripada puasanya ketika bulan Syakban.”

(Menit 05:30)
Wahai Hamba-hamba Allah…
Sesungguhnya kelalaian memutus antara hamba dan rabb-nya. Ia merasa tidak berdosa denganya dan tidak mau berhenti dari dosa tsb dan engan mau bertaubat dari dosanya.melihat dampak buruknya dosa akan tetapi enggan mengambil pelajaran.dan dinasehati akan tetapi tidak membuatnya sadar akan dirinya.dan memberi peringatan akan tetapi tidak mau bersegera meninggalkannya.

(Menit 05:50)
Dan sungguh Rasulullah ﷺ didalam berpuasa bulan sya’ban karena kebanyakan manusia lalai darinya.beliau bersabda :
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.
“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.”

(Menit 06:11)
Wahai manusia sekalian…
Bersiaplah untuk bulan Ramadhan.karena sesungguhnya ia merupakan bulan ketaatan dan bulan ibadah dan kesiapan diri dan ikhlas, tekad untuk memaksimalkannya dan berdo’a agar bisa berjumpa dengan nya dan berdo’a agar diterima amalan-amalannya.

Diantara yang penting…. Bertaubat dan kembali kepada Allah, dan berlepas diri dari tabiat² yang buruk dan menjauhi diri dari perkara-perkara syubhat.dan memohon ampun kepada Allah dari kesalahan-kesalahan.

(Menit 06:50)
Diantara yang penting juga untuk memudahkan didalam manyambut bulan Ramadhan.dengan latihan melakukan-melakukan ketaatan.dan jiwa itu butuh dengan latihan, dan bertingkat dan pembukaan(pemanasan).dari satu tangga ke tangga lainnya dan dari bagian datar lainnya.dengan tanpa adanya tingkatan maka akan menyebabkan kebosanan, kejenuhan diri dan sehingga menghalangi dirinya untuk merasakan lezatnya beribadah kepada Allah.

Dan sekiranya tidak mampu seseorang menekuninya.dan berkesenambungan maka akan terbuka pintu-pintu kebaikan.

(Menit 07:25)
Wahai ma’asyiral muslimin…
Dan apabila dia masih memiliki hutang qodho bulan Ramadhan tahun lalu, maka bersegeralah untuk berpuasa sebelum habis nya bulan sya’ban.dan tidak boleh baginya menunda-nunda nya dengan tanpa udzur.bersegeralah dan bergegaslah didalam kewajiban-kewajiban dan ketaatan -semoga Allah merahmati kalian-

Khutbah kedua…

(Menit 08:34)
Wahai manusia…
Sesungguhnya kestabilan kaum muslimin, beegantung kepada mengaplikasikan syari’at² islamiyyah.dan sesungguhnya Allah telah mensyariatkan hukum had dan qishos untuk menjaga agama, akal dan kehormatan, jiwa dan harta Manusia.dan didalamnya terdapat kasih sayang yang Agung dan dampak kemaslahatannya bagi umat dan kestabilan kehidupannya.dan balasan supaya ada efek jera bagi orang-orang yang melanggarnya.dan menahan kedzoliman mereka dan mengaplikasin hudud(batasan-batasan) merupakan kasih sayang kepada seluruhnya secara global.karena membuat sedikit nya umat dan terjamin kestabilannya.

(Menit 09:14)
Dan kapan penerapan hukum Allah kepada manusia…?!

Ketika keamanan dan kestabilan yang tidak stabil maka aka tersebarnya kejahatan, kezholiman merata dan kerusakan, dan hak-hak manusia terabaikan dan hilangnya keadilan,dan harta benda dijarah dan kehormatan dirampas dan maraknya fitnah-fitnah,dan banyak dosa.

(Menit 09:35)
Wahai Hamba-hamba Allah…
Sesungguhnya peraturan kerajaan saudi Arabia berusaha menerapkan aturan-aturan(undang-undang) islamiyyah dan mempersiapan keamanan dan stabilitas dan menanamkan nilai-nilai nasionalis dan memerangi terorisme dan dari pemahaman yang meleceng.

(Menit 10:00)
Semoga Allah selalu menjaga negri ini berkat rahmat dan kasih sayang nya dari berbagai kerusakan dan kejahatan makar-makar musuh dan semoga Allah memberikan taufik kepada pemerintahannya di dalam menegakkan kebaikan

Ya Allah jadikan lah negri Arab Saudi sebagai negri yang aman dan sentosa. Ya Allah.. Ampunilah pemimpin kami dan ampunilah kaum muslimin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here