Terjemah Khutbah Al-Haramain | Syaikh Dr. Abdulbaari Al-Tsubaiti – Profesionalisme dalam Bekerja

148

Aku wasiatkan kepada Kalian dan kepada diri saya sendiri untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah.bertaqwalah kepada Allah karena ia merupakan jalan menuju kemenangan didunia dan diakhirat.Alla ta’ala berfirman :

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.(Surat Ali-Imran (3) Ayat 102)

Allah azza wa jalla berfirman :

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا.

Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.
(Surat Al-Kahfi (18) Ayat 30)

Ayat membuat hati kaum muslimin menjadi senang dan gembira, dan menghembuskan berita gembira kepada dan mereka membuat senang dan tidak lah perkataan yang lebih indah dan lebih menenangkan dari pada janji ini.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا.

Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.
(Surat Al-Kahfi (18) Ayat 30)

Orang yang beriman itu adalah orang yang yakin dengan janji Allah dan memegang erat janji nya dan sebagaimana meyakini keutamaan-Nya dan karunia-Nya kepada Hamba-Nya.dan ayat ini memotivasi orang-orang beriman untuk melihat amalan-amalannya.dan islam menginginkan kebaikan didalam amalan-amalannya.dan barangsiapa yang bersungguh-sungguh dengan kesungguhan nya dan selalu menghadirkan keihklasan dan mengokohkan amalannya, maka ia akan mencapai derajat ihsan baik didunia maupun diakhirat.

Allah akan berikan kecintaan-Nya, pertolongan -Nya,rahmat-Nya dan serta kedudukan mulia kepada hamba tersebut.masyarakat dan umat dari berbagai belahan dunia mengeluhkan tentang fenomena menurunnya kualitas pekerja, hal tersebut tergambar dalam buruknya etos kerja, dan marak ketidak disiplinan terkait waktu kerja dan menurunnya produktifitas dan merosot rasa tanggung jawab dan amanah didalam mengemban suatu pekerjaan.seharusnya ia kerjakan dengan profesional.

Aturan ketat terkait kepegawaian diberlukan guna minimalisir yang tengah terjadi.namun demikian, sebenarnya islam telah memberikan konsep dan tuntutan yang sangat manju, untuk menanggulangi keprofesionalan dalam mengerjakan sesuatu amalan atau pekerjaan.Dan Nabi ﷺ bersabda :

الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ.

Dia bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR.Bukhari).

Rasulullah ﷺ menjelaskan kepada kita semua, bahwasannya ihsan itu mencakup semua lini kehidupan.beliau ﷺ bersabda :

إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ.

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan perbuatan ihsan (baik) pada tiap-tiap sesuatu.(muslim)

Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya.didalam sholat, berhaji, dan berpuasa,dan berwudhu dan shodaqoh dan berbagai macam amalan-amalan lainnya.

Kalaupun engkau tidak melihatNya,maka yakinlah sesungguhnya Dia maha melihatmu.”

Hadirkanlah dalam hati bahwasanya Allah Maha melihat apa yang kita kerjakan.sehingga seseorang mawas diri didalam menunaikan amal perbuatannya.
Perasaan yang demikian itu apabila tertanam kuat pada diri dan tertancap didalam sanubari akan memberikan dampak positif berupa prilaku yang melahirkan profesionalisme didalam bekerja sehingga terciptalah keharmonisan bernegara dan bermasyarakat.dan dengan begitu keikhlasan dan perasaan diawasi oleh Allah, dapat direalisasikan dengan berbagai aspek kehidupan individu muslim.baik terkait urusan ibadah, muamalah dan transaksi sosial dan lainnya.

Dan Nabi ﷺ bersabda :
”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”

Hadist diatas turut membangkitkan para pejuang pendidik,dokter, dan insinyur dan para pamaku jabatan.karena hal tersebut mendorong mereka semua didalam pekerjaan secara profesional dalam penuh tanggung jawab.dan setiap orang semua menyadari bahwa pekerjaannya selalu diawasi oleh Allah ta’ala.

Perasaan yang seperti inilah yang berperan didalam menumbuhkan kesucian hati dari penyakit kemunafikan dan riya’.orang yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah maka ia betul-betul mengikis ambisi dan mencari muka atasannya dan ingin dikenal dan dipuji.

Umat pun dapat melangkah maju kembali bangkit dan berkembang ke arah yang lebih baik.kemunduran dan kemerosotan kepada masyarakat terjadi disebabkan oleh lemah nya penerapan ihsan dan minimnya menjawab didalam mengemban amanah dalam pekerjaan.

Ketika ihsan menyertai ibadah muslim dan bersamai dirinya di tempat kerjanya maka ia akan tumbuh menjadi pribadi muslim yang jujur, bertanggung jawab dan profesional berdedikasi tinggi.dan senantiasa bertahan pada hartanya, kesiapannya dan anak-anak nya. Allah menganugerahkan kepada nya penjagaan-Nya dan Rahmat-Nya dan kasih sayang-Nya.

(Menit 06:14)
Allah ta’ala berfirman :
وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
…….dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik…

Allah berfirman :
وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
….Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik….

Allah berfirman :
إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌۭ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
….Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Al-quran menghimpun banyak contoh bagaimana Allah memberikan ganjaran bagi orang yang berbuat baik.hal tersebut menyatakan bahwasanya siapapun yang berbuat baik betapa besar balasannya karunia maha pemilik langit dan bumi.bagaiamana mungkin orang yang berbuat baik khawatir bahwa kebaikan nya akan terabaikan.sementara dia mengetahui firman Allah ta’ala.

(Menit 06:50)
هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَـٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَـٰنُ
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).(Surat Ar-Rahman (55) Ayat 60)

(Menit 06:57)
Allah Ta’ala berfirman :
۞ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ ٱلْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌۭ ۖ ……
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya…..(Surat Yunus (10) Ayat 26)

Sungguh Nabi Ibrahim ‘alaihi salam menunjukkan betapa bakti dirinya kepada Ayahnya.oleh sebab itu berikan balasan berupa bakti anak-anak nya kepada beliau.dan memberikan hidayah kepada mereka.itulah bentuk kebaikan diganjar dengan kebaikan pula.

(Menit 07:13)
Allah ta’ala berfirman :
وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِبْرٰهِيْمَ ەۗ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا – ٤١
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi.
اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِيْ عَنْكَ شَيْـًٔا – ٤٢
(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?

Ucapan nabi Ibrahim kepada ayahnya, wahai ayahanda, mengindikasikan nasehat yang tulus yang keluar dari lisannya dan mengandung kelemahan lembutan dan kasih sayang serta adab yang mulia.Allah pun membalasnya dengan membimbing anak-anak nya untuk berbakti kepadanya.

Ketika nabi Ibrahim diperintahkan untuk Menyembelih putranya kesayangannya serta menunjukkan ketundukkannya terhadap perintah Allah sekaligus kepatuhannya kepada ayahnya, dan berkata :
قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
…. menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Sungguh indah Nabi yusuf alaihi salam didalam merealisasikan syukur nya terhadap ketampanan dengan menjaga diri dari perbuatan zina dan menunjukkan tanggung jawab didalam mengemban suatu jabatan. Allah membalas kebaikan nabi yusuf dengan menangkapnya sebagai seorang nabi dan anugerahkan jabatan dan kedudukan yang terpandang.

(Menit 08:05)
Allah ta’ala berfirman :
وَرَٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوَٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ.
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini”. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.(Surat Yusuf (12) Ayat 23).

Allah membalas kebaikan nabi yusuf dengan menjaga dari segala keburukan dan menolong nya untuk keluar dari segala kesulitan serta memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang ihsan.

Demikianlah kami memberikan kedudukan kepada yusuf dengan negri ini untuk tinggal dimana saja dia kehendaki, kami limpahkan rahmat kami kepada siapa yang kami kehendaki.bagi siapa yang tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.

Nabi Ayyub ‘alaihi salam yang diberikan ujian hidup, dan dijalani dengan kesabaran sehingga Allah membalasnya dengan kebaikan yang melimpah berupa rahmat dan berkahnya yang amat luas.

(Menit 08:55)
Allah subhanah berfirman :
إِنَّا وَجَدْنَـٰهُ صَابِرًۭا ۚ نِّعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌۭ
…..Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).

Allah ta’ala berfirman :
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّۢ ۖ وَءَاتَيْنَـٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةًۭ مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَـٰبِدِينَ.
Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.(Surat Al-Anbiya (21) Ayat 84)

Tatkala Nabi ﷺ baru pertama kali menerima wahyu yang disampaikan oleh malaikat Jibril dengan bentuknya yang sangat dahsyat, maka Nabipun ketakutan dan segera turun dari gua Hiroo menuju rumah Khadijah, lantas ia berkata, لَقَدْ خَشِيْتُ عَلَى نَفْسِي “Aku mengkhawatirkan diriku”, maka Khadijah menenteramkan hati suaminya seraya berkata :

كَلاَّ أَبْشِرْ فَوَاللهِ لاَ يُخْزِيْكَ اللهُ أَبَدًا فَوَاللهِ إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمِ وَتَصْدُقُ الْحَدِيْثَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُوْمَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِيْنُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ
“Sekali-kali tidak, bergembiralah !!!. Demi Allah sesungguhnya Allah selamanya tidak akan pernah menghinakanmu. Demi Allah sungguh engkau telah menyambung tali silaturahmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa mandiri, engkau menolong orang miskin, memuliakan (menjamu) tamu, dan menolong orang-orang yang terkena musibah”

Allah pun tidak menghinakan hamba yang berbuat demikian dan memberikan sumbangsih kepada masyarakat sekitar nya dan tanah airnya dan umatnya.

Sungguh indah Abu bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu menunjukkan persahabatan yang baik kepada nabi ﷺ serta senantiasa membenarkan segala perkataan sahabat nya itu.maka Allah pun membalas kebaikannya dan menetapkannya sahabat terdekat penutup dari para nabi dan sebagai khalifah penerus nya didalam memimpin umat.
فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إنَّ أمنَّ النَّاس علي في صحبته وماله أبو بكر، ولو كنت متخذًا خليلًا -غير ربِّي- لاتَّخذت أبا بكر، ولكن أخوة الإسلام ومودَّته. لا يبقين في المسجد باب إلا سُدَّ، إلا باب أبي بكر.
Rasulullah ﷺ bersabda didalam menggambarkan keutamaan abu bakar radhiyallahu anhu , beliau berkata : Sesungguhnya, di antara orang yang paling dermawan kepadaku dalam persahabatannya dan dalam (menginfakkan) hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku dibolehkan untuk menjadikan kekasih selain Rabbku, niscaya akan kujadikan Abu Bakar sebagai kekasihku. Akan tetapi, persaudaraan dan kasih sayang dalam Islam itu lebih utama. Maka janganlah sampai ada satu pintu pun (kepemimpinan) di dalam masjid yang tidak ditutup, kecuali pintu Abu Bakar.'”

Dan sungguh indah Dzu nurain Utsman radhiyallahu anhu menjanjikan nya dengan banyak bersedekah dan berinfaq harta yang Allah karuniakan kepadanya.sehingga Allah pun membalasnya dengan sesuatu yang tidak terbatas.Rasulullah ﷺ bersabda sebanyak dua kali apapun yang dilakukan ustman setelah saat ini tidak akan membahayakan pahala amalannya.
ويقولُ ما ضَرَّ عثمانُ ما عمل بعدَ اليومِ مرتينِ.

Ini berapa contoh,-wahai hamba Allah- bagaimana Allah memberikan balasan yang besar kepada siapa pun yang mengerjakan amal ibadah dan menunaikan tugas nya secara optimal dan profesional dan totalitas.

(Menit 11:30)
Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ..
Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

Khutban kedua..

Wahai hamba Allah…
Aku mewasiatkan kepada diriku dan kepada kalian semuanya untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah.

Profesionalisme didalam bekerja merupakan kebaikan dari engkau untuk engkau pula.
(Menit 12:33)
Allah Ta’ala
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ ….
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri

Sebagian salaf berkata ketika aku berbuat baik kepada orang lain sebenarnya aku sedang berbuat baik kepada diriku sendiri.dan ketika aku berbuat buruk kepada orang lain sebenarnya aku sedang berbuat buruk kepada diriku sendiri.

Seorang muslim, wajib menyadari perbuatan baik dapat memperimplementasi rasa syukur terhadap nikmat Allah atas karunia yang diberikan kepada nya.

(Menit 13:00)
Allah ta’ala berfirman :
..وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ …
…..dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu,…

Barangsiapa yang Allah lapangkan rezekinya atau diluaskan hartanya atau ditinggikan kedudukan nya atau dilebihkan ilmunya. aka ia wajib bersyukur kepada Allah atas karunia tersebut dengan memanfaatkannya untuk keperluan yang benar menurut syariat.

Nabi ﷺ pernah memberikan syafaat kepada mughits dengan berbaikan kepada istrinya barirah.dengan memerintahkan para sahabat agar memberikan syafaat kepada sesama dan beliau bersabda : berilah syafaat niscaya kalian akan mendapatkan pahala.(bukhari Muslim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here