Terjemah Khutbah Al-Haramain | Syaikh Dr. Abdulbaari Al-Tsubaiti – Obat dari Segala Kegundahan dan Kegelisahan

305

Khutbah Pertama

Aku wasiatkan kepada kalian semua dan saya pribadi agar senantiasa bertaqwa kepada Allah.karena hal tersebut dapat menghindari untuk terjerumus kedalam api neraka pada hari kiamat kelak.

Wahai hamba-hamba Allah…

Setiap zaman memiliki ciri khasnya tersendiri yang membedakannya dengan waktu-waktu yang lainnya.pada zaman sekarang umat manusia telah melangkah jauh terkait perkembangan teknologi dan produktivitas.jarak yang semula terkesan jauh, terpangkas. Berbagai tantangan teratasi,dan fasilitas pencapaian ilmu pengetahuan mudah diakses.kehidupan dari sisi materi telah mencapai titik tertinggi nya.namun, demikian hal tersebut belum bisa mengobati jiwa dan belum juga memenuhi hasrat yang tumbuh seiring dengan berjalannya yang telah terbentuk ketika Allah menciptakan nya.

Jiwa selalu terguncang,hati menjadi keras dan kehilangan nilai tawakkal dan keyakinan dan keridhoan.dan kekhwatiran dan kecemasan meliputi jiwa, belum lagi dengan kehidupan yang serba instant.kejadian demi kejadian yang datang silih berganti.teknologi yang semakin maju, dan persaingan yang berkobar ditengah-tengah masyarakat dan umat manusia.semua itu menjadi faktor pendorong terciptanya kondisi di atas.

Kegelisahan dan kecemasan merupakan ciri khas zaman ini, yang mana hal tersebut menyeret kita kepada kekhawatiran berlebih terhadap rizki dan kesehatan, anak keturunan dan pekerjaan, dan imunitas tubuh pun melemah dan tak berdaya.berbagai tantangan hidup seperti masalah finansial kehilangan orang tercinta dan ancaman kepailitan maka muncullah gannguan mental dan kejiwaan.

kekhawatiran seperti ini,jika mendominasi didalam pemikiran seseorang maka dapat menghilangkan ide-ide cerdasnya.dan akan menghambat keberhasilan nya dan melumpuhkan kreativitas nya.membatasi ruang geraknya, merusak kebahagiaan hidupnya.dan mengantarkan kepada lorongan kemurungan dan kedukaan sehingga kehidupan nya terasa sempit dan susah.

Manakala cakupan kekhawatiran seseorang telah meluas,maka hal itu dapat mematahkan semangat ibadahnya dan mengekang usahanya dalam rangka menggapai keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala.

Islam memberikan terapi terhadap rasa cemas, kekhawatiran dan kesedihan yang menimpa seseorang dengan menempatkan rambu-rambu yang bersangkutan terhindar dari keterpurukan akibat terjatuh kedalam cengkraman bahayanya.hal tersebut dengan menutup celah-celah nya.

Bahwasanya Islam melindungi jiwa manusia melalui sebuah metode yang mewujudkan kehidupan yang damai baginya.sendari awal islam telah memberikan pengetahuan kepada kita.bahwasanya manusia itu tidak terlepas dari kecemasan didalam mengarungi kehidupan demi kesulitan hidup dan menghadapi berbagai macam tantangan.
Allah ta’ala berfirman :
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِى كَبَدٍ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.(Surat Al-Balad (90) Ayat 4)

Faktor-faktor pemicu munculnya kecemasan dan kesedihan telah ada dizaman para nabi, mereka benar-benar menjalani ujian dan sebagiannya diuji dengan terjangkit berbagai penyakit.sebagian yang lainnya diuji dengan keperitan kemiskinan, dan di antara yang lainnya diuji dengan kehilangan para pengunsi ada yang ditolak dan diusir.dan sebagian yang lainnya telah diuji dengan tuduh-tuduhan lainnya. sebab itulah mereka tergolong manusia yang berat dalam menjalani cobaan.nabi kita ﷺ yang mulia telah menjalani berbagai cobaan yang melemahkan hati dan mematahkannya tekad.nabi ﷺ bersabda :

عن أنس، قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «لقد أُخِفتُ في الله وما يُخافُ أحد، ولقد أُوذيت في الله وما يُؤذَى أحد، ولقد أَتَتْ عليَّ ثلاثون مِن بيْن يوم وليلة وما لي ولِبِلال طعامٌ يَأْكُلُه ذُو كَبِد إلا شيءٌ يُوارِيه إبطُ بلال».
[صحيح.] – [رواه الترمذي وابن ماجه وأحمد

Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Sungguh aku telah diuji dengan berat karena perjuangan di jalan Allah padahal belum ada seorang pun diuji seperti itu. Sungguh aku pernah diganggu karena perjuangan di jalan Allah padahal belum ada seorang pun diganggu seperti itu. Sungguh, aku pernah melewati tiga puluh hari dan tiga puluh malam sementara aku dan Bilal tidak memiliki makanan yang bisa dimakan oleh makhluk yang bernyawa, kecuali sesuatu (yang sedikit) yang bisa disembunyikan di ketiak Bilal.”

Bersamaan dengan Cobaan dan kesulitan seberat itu tidak membuat khawatir secara berlebihan. Sehingga nabi ﷺ tetap merasa tenang dan tentram.beliau tidak merasakan kegundahan dan kesedihan berlebihan karena Allah telah menempa nya dan mengajarinya sehingga beliau dapat menjadi keperibadian yang tangguh.Allah telah mengajarinya ﷺ dan beliau memahami makna dari kehidupan dan beliau hidup dengan hati yang lapang.tekad yang kuat dan semangat yang tinggi.Allah ta’ala berfirman :
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,(Surat Al-Insyirah (94) Ayat 1)

Supaya hati senantiasa terasa lapang dan tidak terkontaminasi oleh kecemasan dan kegundahan. Allah memberikan arahan kepada Nabi nya ﷺ dengan berfirman :
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,(Surat Al-Insyirah (94) Ayat 7)
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(Surat Al-Insyirah (94) Ayat 8)

Itulah obat yang paling efektif didalam mengobati rasa cemas sehingga hidup selalu diwarnai berbagai ketaatan-ketaatan, fokuslah mengerjakan beragam ketaatan.yang mana pada waktunya seseorang akan dapat merasakan manisnya keimanan.

Rasulullah ﷺ hijrah keluar dari kota Makkah ke Madinah dan bersembunyi digoa hira, kaum musyrikin sedang mencarinya dan Para pencari jejak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebenarnya telah sampai di pintu gua sambil menghunuskan pedang, tetapi Allah telah mengaturnya.didalam kondisi mencekam tersebut Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berkata,

قُلْتُ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَنَا فِى الْغَارِ لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ تَحْتَ قَدَمَيْهِ لأَبْصَرَنَا . فَقَالَ « مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا»

“Saya berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika saya dalam gua sekiranya salah seorang di antara mereka melihat ke bawah kedua kakinya, maka kita akan kelihatan.”

Kondisi ini membuat seseorang benar-benar dalam kondisi ketakutan dan kekhawatiran yang lebih, akan tetapi Rasulullah ﷺ bersabda :, “Bagaimana menurutmu, wahai Abu Bakar terhadap dua orang yang ketiganya adalah Allah.”

Ketika dia berkata kepada sahabatnya “janganlah engkau bersedih sesungguhnya Allah bersama kita” Betapa pun kecemasan dan kesulitan menimpa kalian berusahalah merealisasikan untuk bertawakkal kepada Allah.pasrahkanlah urusan kalian kepada-Nya .dan tumbuhkan lah perasaan bahwa nya Allah selalu menyertaimu, menolong kalian, dan melindungi kalian dalam setiap waktu.

Para pengikut Musa berkata : sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul, lautan didepan kita sementara musuh dibelakang kita.menurut perhitungan manusia mereka pasti binasa dan tidak ada kemungkinan lain.kondisi seperti ini tentunya menyebabkan kecemasan terbesar dan kegundahan terdalam.akan tetapi nabi Musa ‘alaihi salam justru menjawab dengan keyakinan yang penuh yang tertancap dalam jiwa.dan tawakkal yang diliputi Kemaha besaran Allah.
قَالَ كَلَّآ ۖ إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ
Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.(Surat Asy-Syu’ara (26) Ayat 62)

Kecemasan dan ketakutan pun sirna, sementara itu kemenangan dan kejayaan berhasil tercapai.

Rasul kita yang mulia ﷺ pun demikian, beliau menghadapi kecemasan dan kesedihan sebagaimana yang dihadapi manusia pada umumnya.beliau ﷺ mengajarkan kepada kita melalui sikap dan ucapanya sebagaimana menghilangkan kegundahan dan kegalauan serta mengurai kecemasan.nabi ﷺ berkata kepada bilal radhiyallahu ‘anhu, wahai bilal dirikanlah sholat dan rehatkanlah jiwa kami melalui sholat. Beliau ﷺ bersabda penyejuk mataku berada didalam sholat.jika mendapati kesulitan nabi ﷺ bergegas untuk mengerjakan sholat.

Melalui sholat,seorang yang akan tertimpa kesulitan mengadu kepada Allah dan mengadukan kesulitan nya dan dari segala kesedihannya dan keluhan kesahnya di hadapan-Nya.diatas arsy kepada Allah yang maha pengasih dan maha penyayang dan lebih menyayangi hambanya dibanding siapapun.Allah mendengar suara hati seorang yang tertimpa kekhawatiran dan rintihan orang yang terluka.dia memperkenakan setiap do’a.Allah ta’ala berfirman :

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَـٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).(Surat An-Naml (27) Ayat 62)

Bagaimana mungkin orang yang tertimpa kegundaha melupakan do’a?! Do’a yang menjadi tempat bernaung bagi orang-orang yang mengalami kesulitan.ketika telapak tangan yang suci mengangkat kepada Rabb-Nya maka kucuran rahmat lah dapat mengurai segala kesulitan dan kecemasan.Allah Ta’ala berfirman :
وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّۢ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍۢ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ.
Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.(Surat Al-An’am (6) Ayat 17)

عن أنس بن مالك رضى الله عنه قال: كنت أخدم رسول اللَّه صلى الله عليه وسلم كلما نزل، فكنت أسمعه يكثر أن يقول: [اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ] .
رواه البخاري.
Aku mendengar Anas bin Malik berkata; Nabi ﷺ senantiasa berdoa, “ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI WAL ‘AJZI WAL KASALI WAL JUBNI WAL BUKHLI WADLALA’ID DAINI WAGHALABATIR RIJAAL (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan duka cita, ketidakmampuan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir serta terlilit utang dan terkuasai oleh orang-orang (yang berbuat zalim).”

Suatu hari Rasulullah ﷺ memasuki masjid, lalu mendapati pemuda anshar bernama abu umamah beliau ﷺ bersabda kepada Abu umamah : kenapa mendapatimu didalam masjid pada selain waktu sholat?! Sahabat ini menjawab : ya Rasulullah, kegundahan hati dan hutang yang menumpuk adalah penyebabnya.nabi ﷺ lantas mengajarinya dzikir pagi dan sore ucapkanlah “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan duka cita, ketidakmampuan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir serta terlilit utang dan terkuasai oleh orang-orang (yang berbuat zalim” Abu umamah berkata : aku mengamalkannya sampai Allah mengangkat kegundahanku dan melunasi hutangku.

Percayalah kepada Rabb kalian, pasrahkanlah urusan kepada-Nya, ucapa-ucapan yang didengar hanyalah ucapan manusia yang tidak kuasa mendatangi manfaat dan mudhorat.barangsiapa yang bersama Allah maka sungguh tidak ada yang menghinakan. Allah bisa saja menunda tetapi dia tidak mengabaikan.barang siapa yang bersabar dengan kegundahan dunia secara sukarela dan harap pahala dan tanpa ada keterpaksaan maka Allah mengajarkan kebaikan yang lebih besar dari apa yang menimpanya. Allah ta’la berfirman :
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ – ١٥٦
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ – ١٥٧
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Allah memuliakan nabi-Nya dan umat islam, menjadikan sholawat sebagai bagian dari dzikir dan menjadikan setiap dzikir sebagai tameng pelindung kegundahan dan kecemasan.
قَالَ أُبَيٌّ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي فَقَالَ مَا شِئْتَ قَالَ قُلْتُ الرُّبُعَ قَالَ مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قُلْتُ النِّصْفَ قَالَ مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ قُلْتُ فَالثُّلُثَيْنِ قَالَ مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قُلْتُ أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا قَالَ إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ.رواه الترمذي.
Berkata Ubai radhiyallahu anhu : Wahai Rasulullah, aku sering membawa shalawat untuk baginda, lalu seberapa banyak aku bershalawat untuk baginda? Rasulullah ﷺ menjawab, “Terserah.” Aku bertanya: Seperempat? Rasulullah ﷺ menjawab, “Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: Setengah? Beliau menjawab: “”Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: Dua pertiga?”Terserah, jika kau tambahi itu lebih baik bagimu.” Aku berkata, Aku akan menjadikan seluruh doaku untuk baginda. Beliau bersabda, “Kalau begitu, kau dicukupkan dari dukamu dan dosamu diampuni.”

Terdapat kegundahan yang berbeda dari kebanyakan kegundahan.yaitu kegundahan yang terpuji dimana ia mengurai segala kegundahan dan menghapus segala kesedihan dan menghimpun kan dari segala urusan dan menghadirkan kebahagian yang tidak terputus.kedamaian yang tidak terkikis dan kenyamanan yang tidak tertandingi.dialah kegundahan dan keprihatinan terhadap akhirat yang menentramkan hati.dan menyejukkan jiwa.manakala kegundahan terhadap akhirat dipenuhi didalam kehidupan dan pemikiran seseorang maka segala kegundahan yang tercela menjadi tersisihkan dan celah-celah masuknya jadi tersudutkan.saat seperti itulah seseorang menjadi tenang,tidak tercipta oleh hal yang sepele dan perlu dapat meniti jalan kajayaan.
(2465) عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ.هذا الحديث رواه الترمذي.
dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang keinginannya hanya kehidupan akhirat maka Allah akan memberi rasa cukup dalam hatinya, menyatukan urusannya yang berserakan dan dunia datang kepadanya tanpa dia cari, dan barangsiapa yang keinginannya hanya kehidupan dunia maka Allah akan jadikan kemiskinan selalu membayang-bayangi di antara kedua matanya, mencerai beraikan urusannya dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekedar apa yang telah ditentukan baginya.”

َ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ سَمِعْتُ نَبِيَّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ جَعَلَ الْهُمُومَ هَمًّا وَاحِدًا هَمَّ الْمَعَادِ كَفَاهُ اللَّهُ هَمَّ دُنْيَاهُ وَمَنْ تَشَعَّبَتْ بِهِ الْهُمُومُ فِي أَحْوَالِ الدُّنْيَا لَمْ يُبَالِ اللَّهُ فِي أَيِّ أَوْدِيَتِهِ هَلَكَ).رواه ابن ماجه. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه.
“Saya pernah mendengar Nabi kalian ﷺ bersabda, “Barangsiapa menjadikan segala macam keinginannya hanya satu, yaitu keinginan tempat kembali (negeri Akhirat), niscaya Allah akan mencukupkan baginya keinginan dunianya. Dan barangsiapa yang keinginannya beraneka ragam pada urusan dunia, maka Allah tidak akan memperdulikan dimanapun ia binasa.”

Khutbah kedua…

Aku wasiatkan kepada kalian dan untuk diri sendiri agar senantiasa selalu bertaqwa kepada Allah. Salah satu faktor yang dapat menghibur seseorang yang hatinya terundungi kegundahan sekaligus menumbuhkan kejiwaan adalah dengan mengingat kebesaran karunia Allah dan rahmat-Nya.sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573.

Seorang muslim yang cerdas hendaknya dia menghindari segala kegundahan dan kecemasan dengan melakukakn kebaikan baik itu sedekah dan perbuatan membantu kesulitan orang-orang yang sedang mengalami kesulitan seperti fakir miskin dan orang yang lemah yang tidak berdaya.

Barangsiapa yang memberikan kelapangan kepada orang-orang muslim maka Allah akan berikan dia kelapangan juga.

Allah ta’ala berfirman :
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ سِرًّۭا وَعَلَانِيَةًۭ فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Surat Al-Baqarah (2) Ayat 274)

Marilah kita bershalawat kepada Rasulullah ﷺ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here