Terjemah Khutbah Al-Haramain | Syaikh Dr. Abdul Baari Bin Iwadh Ats-Tsubaiti – Tebarkanlah Salam

126

Khutbah pertama…

عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ قَالَ لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ انْجَفَلَ النَّاسُ قِبَلَهُ وَقِيلَ قَدْ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ قَدْ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ ثَلَاثًا فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ فَلَمَّا تَبَيَّنْتُ وَجْهَهُ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ فَكَانَ أَوَّلُ شَيْءٍ سَمِعْتُهُ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ.

Abdullah bin Salam dia berkata, “Tatkala Nabi ﷺ tiba di Madinah, maka orang-orang bergegas menyambut kedatangan beliau dengan menyerukan, “Rasulullah ﷺ datang! Rasulullah datang! Rasulullah datang! ” hingga tiga kali. Maka aku ikut berjubel di tengah-tengah kerumunan manusia untuk melihat beliau, ketika telah jelas kupandang wajahnya, maka bisa kuketahui bahwa raut muka beliau bukanlah raut muka seorang pendusta. Ucapan pertama kali yang aku dengar dari beliau adalah, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.”(diriwayatkan Tirmidzi dan ibnu Majah)

Hadist yang agung ini menunjukkan kebaikan dan keindahan islam agar terbentuknya sebuah masyarakat memiliki persaudaraan yang solid dan masyarakat yang maju dan kompak, masyarakat yang suka menyantuni dan mengasihi dan memberi dan masyarakat yang baik. Dengan bermuamalah yang baik.

Dan Hadist ini memiliki makna yang dalam. Susunan katanya padat dan jelas serta memberi pesan yang kuat bagi yang mendengarkanya.

Dan didalamnya menjelaskan beberapa amalan yang dapat menguatkan masyarakat hingga mereka semakin berkembang dan melangkah maju. Dan dapat menekankan angka kemiskinan dan memelihara stabilitas keamanan dan mengikis kesenjangan sosial.

Dan hadist ini termasuk perkataan yang pertama sekali diucapkan oleh Nabi ﷺ ketika tiba di Madinah.disini Beliau menegaskan betapa pentingnya sikap perhatian terhadap masyarakat dan menjaga kekompakan dan merapatkan barisan dengan sepenuh jiwa dan raga.

Nabi ﷺ mengingatkan agar orang kaya turut meringankan beban orang miskin.orang yang lapang membantu orang yang miskin.dan Setiap orang turut memberikan andil didalam kebaikan. Walaupun hanya dengan ucapan yang baik dan perbuatan yang baik. Serta turut mengusahakan terciptanya kemajuan didalam kehidupan masyarakat. Surga merupakan tujuan akhir yang diciptakan setiap muslim. Dan menjadi tujuan utamanya.dan Hadist ini menyebutkan kita kisi-kisi yang akan mengantarkan kepada tempat kenikmatan yang dimaksud kan.

Dan Hadist,Jika engkau ingin masuk surga maka engkau meraihnya dengan memakmurkan bumi dan
Memperbaiki kehidupan dunia melalui amal kebajikan serta mengimbangkan pekerjaan duniawi dengan kerinduan terhadap akhirat.-wahai manusia-
Tebarkan lah salam dan hidupkann sunnah Nabi melalui salam dengan suara lantang ketika mengucapkannya.

وَقَالَ عَمَّارٌ: ثَلَاثٌ مَنۡ جَمَعَهُنَّ فَقَدۡ جَمَعَ الۡإِيمَانَ: الۡإِنۡصَافُ مِنۡ نَفۡسِكَ، وَبَذۡلُ السَّلَامِ لِلۡعَالَمِ، وَالۡإِنۡفَاقُ مِنَ الۡإِقۡتَارِ.

‘Ammar bin yasir radhiallahu anhu berkata, “Tiga hal siapa saja yang mengumpulkannya, maka dia telah mengumpulkan keimanan, yaitu: bersikap inshaf (adil, menunaikan hak Allah dan manusia), mengucapkan kepada kaum muslimin, dan berinfak ketika dalam kesempitan rezeki.”(diriwayatkan bukhari dengan marfu’)

Assalamu’alaikum merupakan sebuah kalimat yang pendek,akan tetapi memiliki makna yang dalam.dan mengindikasikan pesan cinta dan kasih sayang serta merupakan mahkota lisan dan orang yang mengucapakan hendaknya meyakinkan orang yang mendengarkan nya. Bahwasanya dia mengharapkan keselamatan dan keamanan untuk jiwa dan kehormatan dan harta saudaranya. dengan demikian, rasa aman dan ketentraman dapat tersebar luas di tengah masyarakat. Dan keselamatan merupakan misi islam agar dapat tercapai.

Imam Muslim meriwayatkan,

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “لاَ تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلا تُؤْمِنُوا حَتىَّ تحَابُّوا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَئٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحاَبَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَم بَيْنَكُم” رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak disebut beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang apabila kalian melakukannya, kalian pasti saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Dan Salam merupakan do’a kesalamatan disisi Allah. Dan juga merupakan bentuk ibadah yang mendatangkan pahala.dan serta merupakan ciri khas seorang muslim dan menjadikan nya lebih mulia dari pada orang lain.

Abu umamah albahili radhiallahu anhu menceritakan Rasulullah ﷺ ditanya : wahai Rasulullah, dua orang perpapasan siapa kah diantara kedua nya yang memulai salam? Nabi ﷺ bersabda

الْمَاشِيَانِ إِذَا اجْتَمَعَا فَأَيُّهُمَا بَدَأَ بِالسَّلاَمِ فَهُوَ أَفْضَلُ.

“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)

Maksudnya adalah orang yang berambisi didalam melakukan ketaatan kepada Allah adalah yang memulai salam ketika berpapasan. Ucapan salam merupakan salah satu sebab diturunkannya ampunan dan rahmat.

Hani’ bin yazid radhiallahu anhu menuturkan aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ, wahai Rasulullah, tunjukkan lah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku kedalam surga, Rasulullah menjawab : sesungguhnya amalan yang dapat memasukkan kedalam surga dan diturunkan nya ampunan adalah mengucapkan salam dan ucapan yang baik. (Diriwayatkan atthabrani)

Menyebarkan salam merupakan amalan yang diaplikasikan oleh lisan,dan membagikan makanan merupakan amalan yang dilakukan oleh tindakan sekaligus menerapan nilai rasa empati dan sesama sebagai hal tersebut dan mempererat nilai persaudaraan dan berbuat baik dalam bertetangga.

Abdullah bin ‘amr menceritakan bahwasanya ada lelaki yang bertanya,

أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ « تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ »

“Amalan islam apa yang paling baik?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (HR. Bukhari no. 6236)

Dan Berbagi makanan itu banyak macam caranya baik itu shodaqoh, dan hadiah, maupun jamuan dan santapan untuk orang miskin, semua itu harus diketahui dan didasari untuk mengharapkan wajah Allah. Perbuatan ini semakin ditekakan diwaktu kelaparan melanda dan harga makanan pokok melabung tinggi.

Salah satu bentuk berbagi makanan adalah dengan berbagi makanan kepada tetangga. Dan memberi makanan juga mencakup kepada semua makhluk Allah,

قالوا: “يا رسول اللّه، وإن لنا في البهائم أجرا؟ “. فقال: ” في كل كبِد رطبة أجرٌ”.

Sesungguhnya Para sahabat radhiallahu anhum bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan dapat pahala dengan berbuat baik kepada hewan ternak?” Beliau ﷺ menjawab, “Terhadap setiap makhluk bernyawa diberi pahala”.(diriwayatkan bukhari)

Janganlah menganggap remeh didalam berbagi makanan, dan jangan lah menganggap remeh suatu amalan walau hanya sedikit sekalipun berbagi setengah kurma pahala nya terus berkembang melebihi sebesar gunung.

ما تصدَّقَ أحدٌ بصدَقةٍ مِن طيِّبٍ – ولا يقبلُ اللَّهُ إلَّا الطَّيِّبَ – إلَّا أخذَها الرَّحمنُ بيمينِهِ ، وإن كانَت تَمرةً في كفِّ الرَّحمنِ ، حتَّى تَكونَ أعظمَ منَ الجبلِ ، كما يربِّي أحدُكم فَلُوَّهُ أو فصيلَه.

dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim bersedekah dari usaha yang baik, dan Allah tidak menerima kecuali yang baik, dan tidak akan naik ke langit kecuali yang baik, kecuali dia telah meletakkannya di telapak tangan Ar Rahman ‘Azza wa Jalla, dan sebutir kurma diletakkan ditangan Ar-Rahman,sampai menjadi besar sebesar gunung, maka Allah akan memeliharanya sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untaunta nya.

Hal tersebut merupakan nilai-nilai kebaikan, yang diajarkan oleh islam dan batas mulia yang ditanamkan oleh islam tersebut sehingga dapat melahirkan ketaqwaan di setiap lapisan masyarakat muslim. Sekaligus menunjukkan keindahan ajaran Islam kepada seluruh dunia.

Dan Jalin lah silaturahmi, rahim adalah setiap orang yang memiliki hubungan nasab dan kekerabatan dengan kalian,baik dari pihak ayah atau pun ibu. Mereka lebih utama untuk disantuni dari pada anak yatim dan fakir miskin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍۢ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”.Surat Al-Baqarah (2) Ayat 215

Berbagai kebaikan itu akan berlipat ganda, Nabi ﷺ bersabda;

إنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَهِيَ عَلَى ذِيْ الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ.

Artinya, “Shadaqah pada orang miskin mendapatkan (pahala) shadaqah, Shadaqah kepada saudara mendapatkan dua pahala, yakni (pahala) shadaqah dan (pahala) menyambung tali persaudaraan,” (HR An-Nasa’i).

Menjalin silaturahmi dapat dilakukan dengan perkataan yang baik, dan wajah yang berseri dan mengunjungi kerabat dan memberikan nasehat kepada nya, dan meringankan kesulitannya dan menjenguknya ketika sakit. Dan memaafkan kekeliruan nya. Serta tidak mengganggu nya dengan perkataan dan perbuatan.

Hubungan keluarga dan kekerabatan merupakan kenikmatan dari Allah. Mereka adalah pondasi yang kokoh didalam kehidupan. Penolongmu didalam mengalami kesusahan. Pelipur lara ketika mendapati kepedihan dan cobaan. Serta pemberi dukungan selama melewati keterjatuhan.

Sholat lah di keheningan malam disaat manusia terlelap tidur.dan ibadah yang Agung ini disebutkan setelah seruaan menebar salam, berbagi makanan dan menjalin silaturahmi. Hal ini mengindikasikan bagaiamana ruhnya yang kuat adab dan etika didalam bergaul dengan orang lain.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu menceritakan bahwasanya ada seorang laki-laki yang mendatangi Rasulullah ﷺ dan berkata : sesungguhnya si fulan itu selalu mengerjakan sholat malam akan tetapi apabila pagi datang dia mencuri. Nabi ﷺ bersabda sungguh perkataanmu ini akan menyadarkannya.

Orang yang mengerjakan sholat malam sampai pagi tiba akan mendapatkan semangat yang memotivasi nya didalam menjalankan aktivitasnya dengan semangat disempanjang hari. Waktu yang sangat istimewa saat jiwa bersujud kepada pencipta nya dan berbisik kepada-Nya dan waktu doa diijabahi dan Rabb pun turun.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ.

”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.”

Kalian masuk surga dengan selamat ini adalah pernyataan sangat menarik. berisi sambutan hangat yang menjadi karunia Allah kepada Hamba-hambanya yang istimewa.

Maksud dalam ayat tersebut dimasukkan surga tanpa hukuman dan tanpa azab terlebih dahulu. Karena orang yang terkena azab dan hukuman, tidak dikatakan sebagai orang yang selamat. Kalian masuk surga dalam keadaan selamat. Barangsiapa yang menghabiskan hidupnya dijalan keselamatan dan ketaqwaan dan menebarkan salam dan membagikan makanan dan menjalin silaturahmi dan mengerjakan sholat malam maka balasan yang didapat sesuai amal perbuatan. Allah berfirman;

…..لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَـٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌۭ ۚ وَلَدَارُ ٱلْـَٔاخِرَةِ خَيْرٌۭ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ ٱلْمُتَّقِينَ

Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,(Surat An-Nahl (16) Ayat 30)

Khutbah Kedua…

عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَغُرَفًا يُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ إِلَيْهِ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هِيَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar, luarnya terlihat dari dalam dan dalamnya terlihat dari luar.” Seorang Badui menghampiri beliau, ia bertanya: Itu untuk siapa, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Bagi yang membiasakan ucapannya baik, memberi makan, puasa secara kontinu, shalat malam untuk Allah saat orang-orang tidur.”

Para Ulama menjelaskan bahwasanya keberadaan huruf waw didalam hadist ini menunjukkan semua amal sholeh tersebut mesti dikerjakan secara keseluruhan dengan cara memasuki surga dengan selamat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here