Syaikh Usamah Bin Abdullah Al-Khayyat – Antara Pergantian Tahun dan Instrospeksi Diri

43

Terjemah Khutbah Al Haramain – Syaikh Usamah Bin Abdullah Al-Khayyat – Antara Pergantian Tahun dan Instrospeksi Diri, (Dokumentasi Khutbah Jumat Masjidil Haram, 5 Muharram 1443 H / 13 Agustus 2021 M)

Transkrip :

Bertaqwalah wahai hamba-hamba Allah sekalian dan berbekal lah dengan sebaik bekal untuk mempersiapkan didalam menjalani hidup ini dan agar mendapatkan keridhoan Allah pada Hari akhirat kelak.

Kaum muslimin semuanya.
saat berpisah dengan berakhir nya tahun dan takkala berada Diawal tahun baru ,manusia yang berakal akan senantiasa merenungi dan mengambil pelajaran, mereka memperhatikan Matahari yang terbit diarah timur dan terbenam dari sebelah barat.
Dan mereka memperhatikan hilal yang begitu kecil diawal bulan hingga bulan tsb menjadi sempurna lalu kemudian kembali menjadi kecil sehingga tidak bisa dilihat oleh mata, dan mereka juga memperhatikan tahun yang baru yang masih begitu jauh akan tetapi dengan ada nya pergantian bulan dan pergantian hari yang begitu singkat sehingga mereka pun sampai ke ujung nya, karna itu mereka meyakini itu adalah permisalan tentang kehidupan dunia dengan glamor dan pesona nya, dan ini juga merupakan tingkah laku manusia yang sementara dan tidak kekal.

Dan ini semua adalah hakikat yang nyata, yang samar didepan orang yang berakal, dan seringkali ia tertutupi dengan kelalaian dan terabaikan dengan rasa sombong, panjangnya angan2 ,dan tipuan mimpi yang sama sekali tidak memiliki tumpuan pijakan,dan sesungguhnya menemukan arti ini akan mengiring mereka untuk merenungi apa saja yang mereka telah usahakan pada tahun-tahun yang lalu dengan cara meng intropeksi diri agar mampu memberbaiki yang telah rusak dan menutupi yang kekurangan dan meluruskan yang bengkok dengan keteguhan dijalan kebeneran dan berpegang teguh kepada petunjuk.mereka adalah orang baik dan terbimbing juga mendapat pentujuk.

sungguh, yang paling utama untuk memudah kan kita mencapai itu semua dengan cara bertaubah nasuha kepada Allah, sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada semua kaum muslimin dengan berfirman :
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [An Nuur : 31].

Taubat nasuha itu adalah dengan menyesali Dosa-dosa yang telah berlalu dan mencabut diri dari perbuatan maksiat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi selain itu juga dengan memanfaatkan 5 perkara yang telah diwasiatkan oleh Rasulullah shallallahu Alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara : [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya

Dan dalam masa muda dan kesehatan dan kekayaan dan waktu luang itu ada kekuatan, semangat dan kesungguhan, fokus dan konsentrasi penuh didalam setiap kebaikan. begitu juga sebaliknya masa tua, ketidak berdayaan, kelemahan dan patah semangat , sempit dan berat nya aktifitas dan banyak nya tanggungan dan bertumpuk nya kegalauan. Maka akan dapat seorang menyerah. Dan akan timbul rasa penyeselan nantinya dan akan menjadikan makin suram hidupnya. Oleh karna nya orang-orang yang berakal dan juga cerdas tidak akan menyia²kan kesempatan yang ada dengan manganggur dan yang mana akan dapat menghabiskan umur tanpa manfaat baik didunia dan diakhirat. dan begitu juga kebodohan yang mana akan menyeretnya ke hawa nafsu karna tidak mengetahui mana yang berbahaya dan mana yang bermanfaat untuk dirinya. sedang kan orang yang cerdas adalah orang selalu menempuh jalan yang selamat dari hal-hal tsb dengan perencanaan yang matang, pada tahun itu ia mengatur waktu dengan baik dan memanfaatkan nya dengan hal-hal yang berfaedah baik didunia dan balasan yang baik diakhirat kelak.

Wahai hamba-hamba Allah ….
Sebaik-baik cara untuk menyongsong tahun baru adalah dengan membukanya dengan ketaatan dan berbagai Ibadah-ibadah dan ibadah yang paling penting dibulan Allah yang dinamakan Muharram yang mana merupakan puasa terbaik setelah puasa ramadhan sebagaimana yang telah dijelaskan hadist yang diriwayatkan Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان ، شهر الله المحرم

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Dan yang paling utamanya adalah berpuasa pada hari ‘asyura, Rasulullah shallallahu Alaihi wasallam bersabda
قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Wahai hamba-hamba Allah…
Memperbanyak lah pada bulan ini dengan mengerjakan bermacam-macam ibadah maka dengannya kalian akan mendekatkan diri kepada Rabb kalian dan dengannya kalian mengisi Waktu-waktu kalian sehingga kalian akan berbahagia disisi Rabb kalian. Sesungguhnya membuka tahun baru dengan ketaatan, dan begitu juga ketika menutup tahun yang telah berlalu dengan ibadah haji, umroh dan puasa arafah bagi yang tidak berhaji serta Ibadah-ibadah lainnya, maka ini mengisyaratkan bahwa umur seorang muslim seluruhnya dari awal sampai akhir diisi dengan ketaatan dan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ – ١٦٢
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,
لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚوَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ – ١٦٣
tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).”
Maka hendaknya perputaran hari dan bergatiannya tahun menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik dan untuk mengambil pelajaran dan untuk merenungi bahwasanya ajal itu pasti berakhir dan usia itu ada batasnya. Selain itu hendaknya mendidik jiwa dengan mengevaluasi nya dan menuntutnya dijalur kebeneran serta menjauhkan nya dari kekubangan dosa. Hendaknya pula untuk selalu waspada agar tidak menyerupai orang-orang yang diperingatkan oleh Allah untuk tidak ditiru jejaknya ,keras hati, dan panjang nya Angan-angan yaitu dalam firman -Nya :
اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ – ١٦

Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.
Dan ingatlah, akan tiba waktu kalian akan bertemu dengan Rabb kalian dan berdiri dihadapannya yang sangat menegangkan, Allah Ta’ala berfirman :
اِنَّهُمْ يَرَوْنَهٗ بَعِيْدًاۙ – ٦
Mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil).
وَّنَرٰىهُ قَرِيْبًاۗ – ٧
Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).
يَوْمَ تَكُوْنُ السَّمَاۤءُ كَالْمُهْلِۙ – ٨
(Ingatlah) pada hari ketika langit men-jadi bagaikan cairan tembaga,
وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِۙ – ٩
dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan),
وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيْمٌ حَمِيْمًاۚ – ١٠
dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya,
يُبَصَّرُوْنَهُمْۗ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِيْ مِنْ عَذَابِ يَوْمِىِٕذٍۢ بِبَنِيْهِۙ – ١١
sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya,
وَصَاحِبَتِهٖ وَاَخِيْهِۙ – ١٢
dan istrinya dan saudaranya,
وَفَصِيْلَتِهِ الَّتِيْ تُـْٔوِيْهِۙ – ١٣
dan keluarga yang melindunginya (di dunia),
وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًاۙ ثُمَّ يُنْجِيْهِۙ – ١٤
dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya.
كَلَّاۗ اِنَّهَا لَظٰىۙ – ١٥
Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,
نَزَّاعَةً لِّلشَّوٰىۚ – ١٦
yang mengelupaskan kulit kepala.
تَدْعُوْا مَنْ اَدْبَرَ وَتَوَلّٰىۙ – ١٧
Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama),
وَجَمَعَ فَاَوْعٰى – ١٨
dan orang yang mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. Surah Al- ma’arij (8-18)
Semoga menjadi Hari-hari yang telah berlalu menjadi lebih baik, semoga Allah menjadikan tahun baru ini menjadi tahun kebahagiaan , ketaqwaan dan kemenangan dan ketinggian dan kemulian bagi ummat Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi wasallam

dan semoga Allah memberikan kita manfaat dari Al-Quran dan sunnah Nabi nya, dan kita memohon Ampunan kepada Allah semuanya.

Khutbah Kedua

Wahai hamba-hamba Allah …
Sesungguhnya seorang yang beriman biasa berdoa kepada Rabb-Nya dengan doa yang telah diajarkan Dengan Do’a Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam.
اللهم اجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ ، وَاجْعَلِ المَوتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Ya Allah jadikanlah kehidupanku mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan. (HR. Muslim, no. 2720)

Adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan kesempatan usia setiap pagi dan malam dengan setiap kebaikan yang Allah ridhoi, yang dapat mengangkat derajatnya dan menjadi baik kehidupan nya, oleh itu dia bergembira dengan karunia panjang umur ini sehingga ia berjumpa dengan tahun baru ini agar dia dapat memperbanyak amalan sholeh dan ibadah yang mendekatkan kepada Rabb nya sehingga ia dapat mengisi kekurangan masa lalu dan kembali kepada Allah dan ini sesuai dengan firman Allah dan nabi shallallahu Alaihi wasallam tidak lah seorang muslim untuk kebaikan.

Maka bertaqwalah kepada Allah dan bersyukur lah kepada Allah yang telah menyampaikan kepada kalian sesuatu yg telah ditakdirkan kepada saudara kalian yang telah wafat dan mereka tidak dapat menyempurnakan tahun mereka padahal sebelumnya tampak gembira.

alhafiz Ibnu Rajab berkata sebagian salafus sholeh melihat dalam mimpi lalu dia berkata kami telah menyesal dari perkara yang Agung, kami tau akan tapi kami melakukannya dan mengerjakan nya meskipun kalian tau mengetahuinya, demi Allah satu tasbih atau dua tasbih pada timbangan setiap kita lebih disukai dari pada dunia seisinya. Selain itu ada yang mengatakan setiap hari yang dilalui oleh setiap orang adalah suatu yang berharga bagi nya. Maka dari itu manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya tahun baru ini.

wahai hamba-hamba Allah untuk memperbanyak setiap kebaikan dunia dan akhirat untuk kalian maka akan beruntung maka kalian jadi pemenang hendaknya sesungguh nya Allah menyuruh untuk bershalawat dan salam kepada Nabi.

Simak Videonya berikut ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here