Syaikh Hussain Alus Syaikh – Sebaik-baik Bekal adalah Taqwa dan Keutamaan Puasa Asyura

90

Terjemah Khutbah Al Haramain – Syaikh Hussain Abdul Aziz Alus Syaikh – Sebaik-baik Bekal adalah Taqwa dan Keutamaan Puasa Asyura, (Dokumentasi Khutbah Jumat, 5 Muharram 1443 H / 13 Agustus 2021 M)

Transkrip :

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Wahai kaum ku sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya negri akhirat itulah negeri yang kekal”.

Dan Umar bin abdul aziz berkata wahai manusia, setiap perjalanan memerlukan bekal, oleh karnanya berbekalah didalam perjalanan kalian,siapkanlah bekal yang dibutuhkan utk perjalanan menuju akhirat, dan persiapkan bekal kalian menuju akhirat dengan ketaqwaan.

Allah mengingatkan kita tentang hakikat ini, “berbekallah krna sebaik² bekal adalah ketaqwaan”

setiap kali menyambut kedatang tahun baru kita diingatkan dengan fakta ini dan Ini merupakan Jumat pertama pada tahun baru maka hendak lah kita gunakan awal tahun baru ini sebagai momentum ajang untuk bahan intropeksi diri dan untuk meluruskan haluan hidup kita sehingga tercapailah kemanfaatan untuk akhirat kelak dan dunia kita saat ini.

Allah berfirman: “Allah mempergantikan malam dan siang karna yang demikian itu memiliki pembelajaran bagi orang memiliki penglihatan”

Seorang mukmin seharusnya meng intropeksi diri dan mengtrolnya supaya mengetahui persis apa yang sudah kita persiapkan besok, apakah diri kita telah benar² istiqomah beribadah kepada Allah lalu berupaya meningkatkan nya ataukah lalai, dan masih kurang disana sini sehingga kita perlu menutupi kekurangannya.

Firman Allah : “Wahai orang-orang beriman bertaqwalah kepada Allah”

Ketika kita membaca Ayat ini, Kita sering lalai dan tdk merenungi hakikatnya. Bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan maka marilah mengoreksi diri wahai saudara sesama muslim, marilah kita berhenti dari melakukan kemaksiatan dan kekejian dan bersabar lah dalam berbuat kebaikan dan ketaatan.

Allah Subhanahu WA ta’la berfirman : dan kembalilah kamu kepada Rabb-mu dan berserah dirilah kepadanya sebelum datang azab kepadamu sehingga kalian tidak lagi tertolong.

Umar Radhiyallah anhu berkata : periksalah dirimu sendiri sebelum engkau diperiksa, timbang lah amalan mu sebelum kelak ditimbang didepan pengadilan akhirat, ketika itu tidak ada lagi suatu kerahasian dari kalian, baik dari kebaikan dan sumber kebahagiaan seseorang terdapat dengan cara intropeksi diri, jika sekiranya terdapat penyimpangan dan kesalahan maka hendaklah menjawab seruan Allah Subhanahu wa ta’la. “Katakanlah wahai hamba²ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah sesungguhnya Allah mengampuni dosa² semuanya, sesungguhnya Dia-lah Maha Pengampun lagi maha penyayang.

Sungguh Maha mulia dan Maha Pengampun Terima taubat, tetapi Dimanakah rasa penyeselan kita dan kapan kita meminta ampunan kepada-Nya.

Maka Kita sungguh telah lalai, dikarnakan berbagai Malapetaka yang telah menimpa kita sebagai ujian dalam hidup ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman didalam Alquran : Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.

Maka Jadikan awal tahun baru ini sebagai momentun yang terbaik untuk memberbaiki menjadi lebih baik dari pada tahun² sebelumnya dengan banyak melakukan ketaatan dan amalan sholeh,dan berlomba²lah didalam kebaikan.
Rasullulah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “sebaik² kalian adalah yang panjang umur dan baik amalannya”.

“Ya Allah jadikan lah tahun ini tahun yang berkah yang melimbah ruah keberkahan rezeki didalam nya”

“Ya Rabbal’alamin yang pengasih lagi maha Penyayang”

Khutbah kedua

Selanjutnya kaum Muslim sekalian, bulan muharram merupakan salah bulan Allah yang suci, sebaik² puasa setelah puasa wajib adalah puasa muharram, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : sebaik² sholat setelah sholat fardhu adalah sholat malam, sebaik² puasa setelah puasa wajib adalah puasa muharram.

Berpuasa pada sepuluh muharram akan menghapus kan dosa² sebelumnya, sebagimana yang telah disebutkan hadist shohih dari Rasullulah sholallahu alaihi wa sallam. Disunahkan berpuasa pada tanggal 9 beserta tanggal 10 muharram sebagaimana petunjuk nabi shallallahu alaihi wa sallam demikian penjelasan yang menjelaskan keutamaan ‘asyuro, adapun mengadakan ibadah² pada hari tersebut tanpa ajaran yang tidak contohnya maka itu adalah bid’ah yang mungkar yang tidak pernah ada sandaran dalilnya baik dalil Alquran dan dalil assunnah.

Wahai kaum muslimin…

Kebaikan sejati adalah kebaikan yang dilakukan dengan dalil yang pasti, sebaik² amal adalah menyampakaikan doa sholawat kepada Rasullulah sholallahu alaihi wa sallam pada jum’at ini.

Sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Rasullulah dan keluarga nya dan beserta sahabat²nya..

Simak Videonya berikut ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here