Saling Menjaga Hak dan Kewajiban Antara Suami dan Istri

222

Khutbah pertama

Wahai hamba-hamba Allah…
Bertaqwalah kepada Allah dengan menjalankan apa yang telah diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.Surat Ali-Imran (3) Ayat 102

Wahai ma’asyiral muslimin
Sesungguhnya Allah telah menjadikan pernikahan sebagai sarana untuk melanjutkan generasi penerus dan memperoleh keturunan.Allah Ta’ala berfirman :

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًۭا كَثِيرًۭا وَنِسَآءًۭ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًۭا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.Surat An-Nisa (4) Ayat 1

Allah telah menjadikan akad nikah sebagai perjanjian yang kokoh, oleh karenanya terdapat Hak-hak dan kewajiban yang harus ditunaikan.begitu juga dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan dan ayat-ayat yang jelas telah diturunkan.Allah telah menjadikan rasa cinta dan kasih sayang sebagai pondasi utama hubungan suami istri.dan kedua hal tersebut terwujud rasa yang benar² menyayangi. Allah Ta’ala berfirman :

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.Surat Ar-Rum (30) Ayat 21

Allah juga berfirman :
Pergaulilah mereka dengan cara yang baik.

Allah juga berfirman :
Dan rujuk lah engkau dengan cara yang baik.

Allah telah juga telah meletakkan hak dan kewajiban dengan cara yang adil. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
Mereka para perempuan punya hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut.

Dan Allah telah menjadikan dan kepimpinan dan tanggungjawab diatas pundak suaminya.
Allah Ta’ala berfirman :
Allah telah menjadikan laki-laki tanggung jawab atas perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian lain diatas sebagian lainnya.

Karena mereka telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Allah Ta’ala telah berfirman :
Jangan lah kalian menahan rujuk mereka dengan memberikan kemudharatan sehingga mereka melampau batas.siapa yang yang melakukan demikian sesungguhnya ia telah mendzolimi dirinya sendiri.

Allah juga telah berfirman :
Tempatkanlah mereka para istri yang dicerai dimana kalian bertempat tinggal dengan kemampuan mu dan jangan lah kamu menyusahkan mereka untuk menyulitkan hati mereka.

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍۢ

Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik

Dari abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” [HR Muslim]

Ma’asyiral muslimin…
Sesungguhnya ikatan pernikahan dan tanggungjawab yang besar dan hak nya yang harus dipenuhi juga banyak dan juga mewujudkan realisasi kan kemaluan juga terjaga.dan keturunan juga diperoleh.kebahagiaan dan kestabilan akan diraih. Perjanjian ini telah dikumpulkan oleh ikatan yang kuat. Dan poros² nya juga dengan wali nikah dengan mahar dan para saksi. Allah Ta’ala berfirman :

وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُۥ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍۢ وَأَخَذْنَ مِنكُم مِّيثَـٰقًا غَلِيظًۭا

Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.

Dan juga Allah telah membolehkan talak. Meski asalnya terlarang.ia dibolehkan jika benar-benar diperlukan apabila untuk menghilangkan bahaya.dan agama islam pun telah memberikan arahan untuk menuntaskan prahara rumah tangga sebelum terjadinya perceraian. Oleh karena nya seorang suami diizinkan memberikan petuah atau pendidikan untuk memberikan pelajaran dengan pisah ranjang demi keberlangsungan sesuatu pernikahan.sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

وَٱلَّـٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّۭا كَبِيرًۭا

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Islam menganjurkan untuk berdamai seorang suami sebelah menjatuhkan talaq, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًۭا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًۭا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلَـٰحًۭا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًۭا.

Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Surat An-Nisa (4) Ayat 35)

Jika seorang wanita khawatir bahwa suami nya akan sikap tak acuh maka keduanya dapat melakukan perdamaian. yang mana sebenarnya perdamaian itu lebih baik baik merek. Maksudnya lebih baik dari pada perpecahan. Dan perpisahan dan talak, Allah Ta’ala berfirman :

وَإِنِ ٱمْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًۭا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًۭا ۚ وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌۭ ۗ وَأُحْضِرَتِ ٱلْأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًۭا

Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Surat An-Nisa (4) Ayat 128

Apabila hati kedua suami istri saling membenci dan tidak akur dan harapan tidak hilang dan kecocokan sudah tidak dapat diusahakan maka seorang suami dapat merujuk dengan cara yang disyariatkan dengan melepas kan dengan cara yang baik.

Talak adalah solusi yang terakhir yang dihalal kan tapi dibenci.oleh karena itu syari’at islam mengajukan untuk rujuk untuk mempertimbangkan nya karena keputusan terakhir berada ditangan suami yang memiliki hak untuk rujuk sebanyak dua kali.Allah Ta’ala berfirman :

ٱلطَّلَـٰقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌۢ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌۢ بِإِحْسَـٰنٍۢ ۗ

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.

Selama masa iddah wanita yang ditalak tinggal di rumah suami nya hingga 3 kali suci dari haidh, hal ini bertujuan semoga Allah mentakdirkan yang lebih baik sehingga mereka berdua lebih bisa berdamai dan dapat akur kembali, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

وَٱلْمُطَلَّقَـٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلَـٰثَةَ قُرُوٓءٍۢ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِىٓ أَرْحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِى ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوٓا۟ إِصْلَـٰحًۭا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ ٱلَّذِى عَلَيْهِنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌۭ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Wahai hamba-hamba Allah…

Tergesa-gesa dan terburu-buru dalam menjatuhkan talak dan didalam menjalani Probelamatika rumah tangga merupakan sebab utama didalam perpecahan dan penghancur rumah tangga.yang mana yang akan menjadi korban adalah anak-anak dan orang ketiga yang ikut campur yaitu keluarga besar.yang mana dapat menghancurkan suatu hubungan dan dapat memisahkan orang yang saling mencintai dan menghancurkan rumah tangga dan menghancurkan keluarga.

Talak adalah langkah menuju kegagalan dan pemutus harapan pengundang kesedihan dan kegalauan. Dan ia dapat menghalangi tumbuh kembang anak-anak dan menjadi sebab mereka terabaikan. Maka -bertaqwlah kepada Allah wahai para ayah dan para suami-.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813)

Maka berlemah lembutlah kalian dengan para wanita wahai orang-orang muslimin.

وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Oleh karena itu, berbuat baiklah kepada wanita.”

Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” [HR Muslim]

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًۭا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَـٰحِشَةٍۢ مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًۭا كَثِيرًۭا

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.Surat An-Nisa (4) Ayat 19

Khutbah kedua…

Wahai hamba-hamba Allah…
Pernikahan termasuk faktor terbesar yang meneguhkan seseorang dan serta juga membentengi seorang dari kesalahan maka carilah wanita yang baik agamanya dan berhati-hati lah kalian dari wanita yang cantik parasnya namun buruk perangainya.dan ketahuilah wanita yang buruk untuk laki-laki yang buruk pula. Dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُنْكَحُ المَرْأَةُ لأرْبَعٍ: لِمالِها ولِحَسَبِها وجَمالِها ولِدِينِها، فاظْفَرْ بذاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَداكَ

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari no.5090, Muslim no.1466).

Ayyuhannas
Talak adalah solusi jika keselarasan dan kecocokan tidak dapat dicapai.ketika tabiat dan sifat sudah bertentangan,Allah Ta’ala berfirman :

وَإِن يَتَفَرَّقَا يُغْنِ ٱللَّهُ كُلًّۭا مِّن سَعَتِهِۦ ۚ

Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Surat An-Nisa (4) Ayat 130

Maka -bertaqwalah kepada Allah- jangan menjadikan perceraian sebab dendam dan pemutus tali cinta dan silaturahmi.Allah Ta’ala berfirman :

وَلَا تَنسَوُا۟ ٱلْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

Ketahuilah, bahwasannya Allah telah tetapkan pemberian kepada wanita-wanita yang telah diceraikan atas para laki-laki yang baik sesuai kebutuhan yang diketahui didaerah masing-masing.

الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ،

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.

Ingatlah para wanita adalah merupakan tanggungjawab kalian.
Sesungguhnya Allah telah mewasiatkan kepada kalian dengan kebaikan. Dan kalangan yang terhinalah yang menghinakan mereka.
Al miqdad bin ma’din radhiyallahu anhu bahwasanya nabi ﷺ berkhutbah didepan kalangan manusia. Setelah memuji dan menyanjung Allah beliau bersabda :

إنَّ اللهَ تعالى يُوصِيكُم بالنساءِ خيرًا ، فإنهن أُمَّهَاتُكم وبناتُكم وخالاتُكم ، إنَّ الرجلَ من أهلِ الكتابِ يتزوجُ المرأةَ وما تَعْلَقُ يَدَاها الخَيْطَ فما يَرْغَبُ واحدٌ منهما عن صاحِبِه

Sesungguhnya Allah Ta’ala mewasiatkan kepada kalian dengan berbuat baik kepada wanita.3x.dan berbuat baik kepada ibu kalian, dan anak-anak perempuan kalian dan bibi kalian.

وَعَنْ عَمْرِو بْنِ الْأَحْوَصِ الْجُشَمِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سمِعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فِي حَجِّةِ الْوَدَاعِ يَقُوْلُ بَعْدَ أَنْ حَمِدَ اللهَ تَعَالَى، وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَذَكَّرَ وَوَعَظَ، ثُمَّ قَالَ :
أَلَا وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْراً، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٍ عَنْدَكُمْ لَيْسَ تَمْلِكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئاً غَيْرَ ذلِكَ إِلاَّ أَنْ يَأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ، فَإِنْ فَعَلْنَ فَاهْجُرُوْهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ، وَاضْرِبُوْهُنَّ ضَرْباً غَيْرَ مُبَرِّحٍ، فَإِنْ أَطَعَنْكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا،
أَلَا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ حَقًّا، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لا يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُوْنََ، وَلَا يَأْذَنَّ فِي بُيُوتِكُمْ لِمَنْ تَكْرَهُوْنََ، أَلَا وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فِي كِسْوَتِهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ .

Dari ‘Amr al-Ahwash al-Jusyami ra. bahwa ia mendengar Nabi saw. dalam haji wada’ bersabda, setelah bertahmid serta memuji kepada Allah, memberikan peringatan, dan nasihat. Demikian sabda beliau, selanjutnya:

Ingatlah. Dan berwasiat baiklah kalian kepada kaum wanita, mereka ibarat tawanan di sisimu. kalian tidak memiliki sesuatu apapun dari mereka itu selain yang tersebut tadi, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji secara nyata. Jika mereka melakukannya, maka jangan temani mereka tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti. Jika mereka taat padamu, maka janganlah mencari persoalan untuk menyakiti mereka.

Ingatlah, bahwa bagimu atas istri-istrimu ada hak, sebaliknya bagi istri-istrimu atasmupun ada hak. Hak kalian yang harus mereka penuhi ialah tidak memberikan izin kepada orang yang tidak kalian sukai masuk ke kamar kalian, dan tidak tidak memberikan izin kepada orang-orang yang tidak kalian sukai masuk ke rumah kalian. Ingatlah, hak mereka yang wajib kalian penuhi ialah kalian berbuat baik kepada mereka dalam hal pakaian serta makanan mereka(Diriwayatkan oleh al-Tirmizi dan beliau berkata bahwa ini adalah Hadis hasan sahih)

Dari abi Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,bersabda :

اللهم إني أحرج حق الضعيفين: اليتيم والمرأة

“Ya Allah, sesungguhnya (aku berlindung kepada-Mu) dari sikap curang terhadap hak dua orang yang lemah: anak yatim dan istri.”

Wahai saudariku muslimah…
Sungguh membangkang dan bersikap buruk kepada suami dan menyebarkan rahasian rumah tangga dan tidak menunaikan tanggung jawab dengan baik. Dan terpengaruh dengan keburukan disekitarannya di media sosial merupakan kegagalan yang akan merobohkan rumah tangga kalian.dan mencerai beraikan keluarga serta meninggalkan jejak pengaruh negatif dalam kehidupan kalian.

Bertaqwalah kepada Allah perihal rumah dan suami kalian, Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ.

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1:191 dan Ibnu Hibban, 9:471.

Wahai manusia sekalian
Merusak hubungan suami istri dan menanamkan fitnah dan menyalakan api kebencian serta menyulut terjadinya perpisahan dan perceraian antar keduanya adalah perbuatan yang diharamkan yang menjadi keburukan bagi pelakunya.
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata dan Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

( لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا ) . رواه أبو داود ( 2175 ) وصححه الألباني في ” صحيح أبي داود “.

“Bukan termasuk golongan kami seseorang yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya”. (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan oleh al Baani dalam Shahih Abu Daud)

Wahai saudariku muslimah,
Bertaqwalah kepada Allah, ingatlah bahwa pernikahan adalah sumpah yang berat maka janganlah meniatkan perceraian tanpa sebab yang dibenarkan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَاَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ.

“(Wanita mana yang meminta perceraian dari suaminya tanpa alasan yang jelas, maka haram baginya aroma surga)“.

Wahai manusia sekalian..
Kesabaran merupakan ibadah yang agung.dan ibadah yang terbaik dan ketaatan yang mulia. Bersabarlah dan maafkanlah bagi siapa saja yang berbuat buruk.

Allah Ta’ala berfirman

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍۢ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Kesabaran adalah kunci dari semua solusi, dan Allah meninggikan derajat orang yang bersabar. Orang-orang diberi balasan tanpa batas.

۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ١٣٣

Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ١٣٤

(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here