Bernazar untuk Berjalan ke Makkah

Kajian Syarh shohih muslim
Kitab : Nazar
Bab : barangsiapa bernazar untuk berjalan ke Makkah



عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى شَيْخًا يُهَادَى بَيْنَ ابْنَيْهِ فَقَالَ مَا بَالُ هَذَا قَالُوا نَذَرَ أَنْ يَمْشِيَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَنْ تَعْذِيبِ هَذَا نَفْسَهُ لَغَنِيٌّ وَأَمَرَهُ أَنْ يَرْكَبَ.


dari Anas bahwa Nabi ﷺ melihat seorang laki-laki tua berjalan dengan dituntun oleh dua orang anaknya, lantas beliau bersabda, “Kenapa orang tua ini?”

mereka menjawab, “Dia nadzar (untuk beribadah haji) dengan berjalan kaki.”
Beliau lalu bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak butuh atas penyiksaan orang ini atas dirinya (sendiri).’
Kemudian beliau memerintahkan supaya naik kendaraan.”


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَدْرَكَ شَيْخًا يَمْشِي بَيْنَ ابْنَيْهِ يَتَوَكَّأُ عَلَيْهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا شَأْنُ هَذَا قَالَ ابْنَاهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَانَ عَلَيْهِ نَذْرٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْكَبْ أَيُّهَا الشَّيْخُ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكَ وَعَنْ نَذْرِكَ.


dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ melihat seorang laki-laki tua berjalan dengan diapit oleh kedua putranya, maka Nabi ﷺ bersabda, “Kenapa orang ini?”
kedua putaranya menjawab, “Wahai Rasulullah, dia sedang menunaikan nadzarnya.”
Lantas Nabi ﷺ bersabda, “Naiklah kendaraan wahai bapak tua, sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak butuh) nadzarmu yang seperti itu.”


عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَ نَذَرَتْ أُخْتِي أَنْ تَمْشِيَ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ حَافِيَةً فَأَمَرَتْنِي أَنْ أَسْتَفْتِيَ لَهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُهُ فَقَالَ لِتَمْشِ وَلْتَرْكَبْ.


Dari ‘Uqbah bin Amir bahwa dia berkata, “Saudara perempuanku pernah bernadzar pergi ke Baitullah dengan berjalan kaki tanpa beralas kaki, lalu dia menyuruhku untuk memintakan fatwa kepada Rasulullah ﷺ perihal itu.”

Maka beliau bersabda, “Dia boleh berjalan kaki dan boleh pula naik kendaraan.”

Faidah Hadist :

1). Allah ﷻ tidak butuh dari siksaan seorang dalam rangka untuk ibadah.
2). Seseorang yang tidak mampu menunaikan nazar nya maka wajib dia membayar kafarat.
3). Boleh jadi seseorang mampu setengah menunaikan nazarnya maka dia tetap membayar kafarat.
4). Berjalan kaki tanpa alas, tidak seharusnya dia seperti itu.dia boleh menggunakan sandal atau alas kaki.dan dia membayar kafarat.

Baca Juga : Perintah untuk Melaksanakan Nazar

————————————————————

Rujukan: “Al-Minhaj Syarhu Shohih Muslim ibni Al-Hajjaj” (المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاح) Karya Imam Nawawi رحمه الله تعالى.

Penulis: Ustadz Rahmat Ridho, S. Ag

More From Author

+ There are no comments

Add yours