Tidak Memberi Wasiat yang Tidak diwasiatkan #2

Pembahasan : Tidak Memberi Wasiat Kepada Orang Yang Tidak Memiliki Sesuatu Yang Diwasiatkan (bagian Kedua)

Kajian Syarh Shohih Muslim
Kitab : Wasiat


عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَوْمُ الْخَمِيسِ وَمَا يَوْمُ الْخَمِيسِ ثُمَّ بَكَى حَتَّى بَلَّ دَمْعُهُ الْحَصَى فَقُلْتُ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ وَمَا يَوْمُ الْخَمِيسِ قَالَ اشْتَدَّ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعُهُ فَقَالَ ائْتُونِي أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لَا تَضِلُّوا بَعْدِي فَتَنَازَعُوا وَمَا يَنْبَغِي عِنْدَ نَبِيٍّ تَنَازُعٌ وَقَالُوا مَا شَأْنُهُ أَهَجَرَ اسْتَفْهِمُوهُ قَالَ دَعُونِي فَالَّذِي أَنَا فِيهِ خَيْرٌ أُوصِيكُمْ بِثَلَاثٍ أَخْرِجُوا الْمُشْرِكِينَ مِنْ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَأَجِيزُوا الْوَفْدَ بِنَحْوِ مَا كُنْتُ أُجِيزُهُمْ قَالَ وَسَكَتَ عَنْ الثَّالِثَةِ أَوْ قَالَهَا فَأُنْسِيتُهَا قَالَ أَبُو إِسْحَقَ إِبْرَاهِيمُ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بِهَذَا الْحَدِيثِ.

Dari Sa’id bin Jubair dia berkata, “Ibnu Abbas berkata, “Hari Kamis, apakah hari Kamis itu?! Kemudian dia menangis sampai air matanya membasahi batu kerikil, lalu saya bertanya kepadanya, “Wahai Ibnu Abbas, memangnya ada apa dengan hari Kamis?” dia menjawab, “Pada hari Kamis, sakit yang diderita Rasulullah ﷺ semakin parah, kemudian beliau bersabda, “Kemarilah, saya akan menuliskan untukmu suatu catatan yang membuatmu tidak akan tersesat sepeninggalku nanti.” Lalu para sahabat saling berbantahan, padahal tidak pantas dan tidak layak hal itu terjadi di hadapan beliau.”

Kemudian mereka bertanya, “Ada apa dengan beliau? Tanyakanlah langsung kepada beliau!” Lalu Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Biarkanlah saya, apa yang saya alami sekarang ini lebih baik. Sesungguhnya saya mewasiatkan kepada kalian tiga perkara; usirlah orang-orang musyrik dari jazirah Arab, berikanlah kepada para utusan (delegasi) sesuatu yang sama dengan apa yang pernah saya berikan kepada mereka (yaitu menghormati dan melayaninya).’ Setelah itu beliau diam, tidak menyebutkan perkara yang ketiga, atau menyebutkannya namun saya lupa.” Abu Ishaq Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Bisyr dia berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dengan hadits ini.”


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ يَوْمُ الْخَمِيسِ وَمَا يَوْمُ الْخَمِيسِ ثُمَّ جَعَلَ تَسِيلُ دُمُوعُهُ حَتَّى رَأَيْتُ عَلَى خَدَّيْهِ كَأَنَّهَا نِظَامُ اللُّؤْلُؤِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ائْتُونِي بِالْكَتِفِ وَالدَّوَاةِ أَوْ اللَّوْحِ وَالدَّوَاةِ أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ أَبَدًا فَقَالُوا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَهْجُرُ.


dari Ibnu Abbas bahwa dia pernah berseru, “Hari Kamis, apakah hari Kamis itu!?” kemudian dia meneteskan air mata hingga saya melihat di pipinya seakan-akan mengeluarkan butiran permata, dia berkata, “Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Kesinilah dengan membawa tulang dan lembaran, saya akan menuliskan buat kalian suatu catatan yang kalian tidak akan tersesat sepeninggalku selamanya.” Maka mereka berkata, “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ sedang mengigau.”


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا حُضِرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي الْبَيْتِ رِجَالٌ فِيهِمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلُمَّ أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لَا تَضِلُّونَ بَعْدَهُ فَقَالَ عُمَرُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غَلَبَ عَلَيْهِ الْوَجَعُ وَعِنْدَكُمْ الْقُرْآنُ حَسْبُنَا كِتَابُ اللَّهِ فَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْبَيْتِ فَاخْتَصَمُوا فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ قَرِّبُوا يَكْتُبْ لَكُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِتَابًا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ مَا قَالَ عُمَرُ فَلَمَّا أَكْثَرُوا اللَّغْوَ وَالِاخْتِلَافَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُومُوا قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ فَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُولُا إِنَّ الرَّزِيَّةَ كُلَّ الرَّزِيَّةِ مَا حَالَ بَيْنَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ أَنْ يَكْتُبَ لَهُمْ ذَلِكَ الْكِتَابَ مِنْ اخْتِلَافِهِمْ وَلَغَطِهِمْ.


dari Ibnu Abbas dia berkata, “Tatkala Rasulullah ﷺ mendekati ajalnya, sedangkan di rumah beliau telah hadir beberapa orang yang di antaranya adalah Umar bin Khattab. Maka Nabi ﷺ bersabda, “Kemarilah, saya akan menulis suatu catatan yang kalian tidak akan tersesat sepeninggalku.” Lalu Umar berkata, “Tampaknya sakit beliau bertambah parah, bukankah Al-Qur’an telah berada pada diri kalian? Cukuplah bagi kita kitabullah.” Orang-orang yang berada di sekitar beliau ketika itu berbeda pendapat, lalu mereka saling berbantah-bantahan. Ada yang mengatakan,

“Mendekatlah kepada beliau, supaya Rasulullah ﷺ dapat menuliskan suatu wasiat buat kalian, agar kalian tidak tersesat sepeninggalnya.” Dan yang lain berpendapat seperti perkataan Umar, sehingga mereka menjadi ribut di sekitar Rasulullah ﷺ. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, “Berdirilah kalian semua (maksudnya pergi dari sisi beliau).” Ubaidullah berkata, Ibnu Abbas berkata, “Kerugian besar (bagi kaum muslimin), mereka gagal menuliskan pesan terakhir Rasulullah ﷺ karena mereka saling berbantah-bantahan di sekitar Rasulullah ﷺ yang sedang sakit keras.”

Faidah Hadist :
1). Nabi ﷺ tidak memberikan karena tidak ada yang di wasiatkan.

2). Tidak ada wasiat kepada Ali bin Abi thalib radhiyallahu anhu karena aisyah radhiyallahu anha telah membantah nya Karena Rasulullah ﷺ meninggal dipangkuan beliau.dan ini bantahan kepada orang-orang syi’ah yang mengatakan ali bin abi thalib radhiyallahu anhu sebagai wasiat nabi ﷺ.

3). Upaya membesarkan kata-kata kedahsyatan yang terjadi ketika nabi ﷺ ingin menuliskan wasiat.sehingga Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata kerugian besar dan kerugian yang besar.

4). Menuliskan wasiat lebih baik daripada menuliskan wasiat.

5). Perkataan Nabi ﷺ “Kesinilah dengan membawa tulang dan lembaran, saya akan menuliskan buat kalian suatu catatan yang kalian tidak akan tersesat sepeninggalku selamanya”

6). Dan maksud Ahli bait disini bukan keluarga Rasulullah ﷺ tapi orang-orang yang berada dirumah beliau ﷺ.

7). Nabi ﷺ itu terjaga dari kedustaan dan terjaga dari merubah sesuatu didalam syariat baik ketika sehat atau sakit.

8). Nabi ﷺ juga terjaga dari tidak memberikan penjelasan syariat apa yang harus disampaikan.

9). Nabi ﷺ terjaga apa yang wajib tidak disampaikan apa yang Allah wajibkan untuk disampaikan.

10). Tetapi Nabi ﷺ tidak terjaga dari sakit dan kesakitan.

11). Nabi ﷺ pernah tersihir seperti pernah melakukan sesuatu tapi nabi ﷺ tidak melakukan sesuatu tersebut.akan tetapi tidak ada hubungannya dengan syariat. Dan tidak merusak syariat.

12). Apa sih wasiat yang akan ditulis nabi ﷺ itu?? Terjadi perselisihan ulama.

A). Yang pertama,beliau ﷺ menyampaikan khilafah setelah beliau ﷺ.
B). Yang kedua, menjelasakan ringkasan agama yang banyak diperselihkan agar umat tidak berselisih sehingga umat bersepakat dengannya.
C). Yang ketiga, beliau nabi ﷺ memandang yang lebih baik untuk tidak menulis wasiat.atau telah diwahyukan kepada Nabi ﷺ untuk tidak menuliskan wasiat. Wallahu’alam.


Baca Juga : Tidak Memberi Wasiat yang Tidak diwasiatkan #1


Rujukan: “Al-Minhaj Syarhu Shohih Muslim ibni Al-Hajjaj” (المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاح) Karya Imam Nawawi رحمه الله تعالى.

Penulis: Ustadz Rahmat Ridho, S. Ag | Editor: Resma

More From Author

+ There are no comments

Add yours