Apa Itu Riya Dan Apa Itu Sum’ah?

Apa Itu Riya Dan Apa Itu Sum’ah?

Riya’ adalah menampakkan amalan atau ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain, lalu orang pun memujinya. Jadi riya’ berarti melakukan amalan tidak ikhlas karena Allah karena yang dicari adalah pandangan, sanjungan dan pujian manusia, bukan balasan murni di sisi Allah. Rasulullah ﷺ bersabda :


عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ « إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ». قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِىَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِى الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً »

Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik ashgor.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik ashgor, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Syirik ashgor adalah) riya’.

Allah Ta’ala berkata pada mereka yang berbuat riya’ pada hari kiamat ketika manusia mendapat balasan atas amalan mereka: ‘Pergilah kalian pada orang yang kalian tujukan perbuatan riya’ di dunia. Lalu lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?’ (HR. Ahmad 5: 429. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Dan untuk mengobati Riya dengan ia senantiasa berpikir bahwasanya semua makhluk dimuka bumi ini tidak bisa memberikan dirinya kemudharatan dan juga tidak bisa memberikan manfaat.

Kalaulah Makhluk yang paling mulia saja dimuka bumi ini yaitu Rasulullah ﷺ tidak memiliki dirinya untuk bisa memudharatkan(mencelakai) dan juga tidak bisa mendatangkan manfaat kepada yang lainnya. Lalu, bagaimana dengan yang lainnya?


Kalau saja dia berpikir bahwasanya manusia itu tidak dapat menambahkan sesuatu kepadamu dan tidak juga sanggup menguranginya. Maka, untuk apa engkau riya’?

Perbedaan antara Sum’ah dan Riya’, Sama-sama menampakan amalan, akan tetapi berbeda didalam caranya:

=> Sum’ah adalah menampakkan amalan agar didengar oleh manusia dengannya. Maka manusia pun menyanjung dan memujinya.
=> Riya’ adalah menampakkan amalan agar diliat manusia, maka manusia pun menyanjung dan memujinya.

Wallahu A’lam

Baca Juga :  Tidak Berlebihan dalam Ketaatan


Rujukan: Kitab Tadzkirah Assami’ wal Mutakallim Fii Adabil ‘Alim wal Muta’allim Oleh Ustadz Rahmat Ridho, S. Ag Hafidzahullah Ta’ala

Penulis: Ustadz Rahmat Ridho, S. Ag | Editor: Resma

More From Author

+ There are no comments

Add yours